// <![CDATA[PENENTUAN WAKTU PENYELESAIAN PROSES PRODUKSI SEPATU MENGGUNAKAN METODE GRAPHICAL EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE]]> Ir. Lisye Fitria, M.T. Dosen Pembimbing 1 RESTY NOER SAMSUDIN /13-2014-081 Penulis
Perkembangan industri semakin pesat seiring dengan permintaan konsumen yang semakin beragam. Hal tersebut menyebabkan adanya persaingan ketat antar perusahaan sebagai produsen. Perusahaan pun akan melakukan berbagai cara sehingga dapat bersaing dengan produk lain di pasaran. Salah satunya dalam industri sepatu, konsumen saat ini tidak hanya membutuhkan sepatu sebagai alas kaki yang nyaman namun harus berkualitas dan memiliki nilai aesthetic. PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk merupakan salah satu perusahaan penghasil sepatu. Agar dapat bersaing dengan perusahaan lain maka PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk selalu membuat desain model terbaru atau modifikasi dari model sebelumnya secara berkala, dengan begitu maka model sepatu yang dipasarkan oleh perusahaan tetap mengikuti perkembangan zaman. Selain dari segi desain, PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk juga memperhitungkan kualitas produk. Dalam prosesnya perusahaan melakukan pengecekan kualitas yang dilakukan oleh bagian Quality Control sehingga produk cacat tidak akan sampai ke tangan konsumen. PARTY merupakan salah satu model sepatu casual wanita terbaru hasil modifikasi dari model sebelumnya yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi pada proses sablon. Perusahaan menerapkan Make To Stock untuk produknya namun tetap memiliki target waktu pengiriman karena pemasaran sepatu mengikuti momen tertentu. Permasalahan yang terjadi di PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk yaitu adanya keterlambatan pengiriman pesanan yang diakibatkan oleh keterlambatan produksi. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya ketidaktepatan dalam melakukan penjadwalan produksi. Perusahaan melakukan penjadwal produksi berdasarkan waktu standar proses produksi tanpa memperhitungkan adanya probabilitas cacat dan waktu perbaikan, sedangkan dalam kenyataannya terdapat beberapa produk cacat yang perlu dilakukan perbaikan. Dengan tidak diperhitungkannya kedua faktor tersebut maka akan mempengaruhi waktu penyelesaian pesanan sehingga memungkinkan terjadinya keterlambatan produksi dan pengiriman produk ke toko. Apabila terjadi keterlambatan pengiriman maka perusahaan dapat kehilangan momen pejualan dan kehilangan peluang mendapatkan konsumen karena barang di toko tersebut kosong. Berdasarkan permasalahan di atas maka dapat dilakukan perhitungan waktu penyelesaian proses produksi dengan menggunakan metode Graphical Evaluation and Review Technique (GERT). Metode ini merupakan metode jaringan stokastik yang memperhitungkan probabilitas cacat dan mengizinkan adanya aktivitas ulang sehingga waktu penyelesaian memiliki ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan OPC. Hasil dari metode GERT ini berupa waktu rata-rata (μ) dan varians (σ2). Setelah dilakukan pengolahan data maka didapat nilai rata-rata (μ) sebesar 3111.494 detik/pasang dan varians (σ2) sebesar 274831.934 detik2/unit2. Dengan pemesanan sebesar 1002 pasang maka waktu penyelesaian pesanan yaitu selama 109 hari dan waktu maksimal keterlambatan pemenuhan pesanan yaitu selama 145 hari. Hasil dengan menggunakan metode GERT di atas berbeda dengan waktu penyelesaian pesanan berdasarkan OPC yaitu sebesar 90 hari. Dengan mengetahui waktu penyelesaian berdasarkan metode GERT maka perusahaan dapat melakukan penjadwalan backward sehingga tidak akan terjadi keterlambatan.