// <![CDATA[RAMBAT RETAK SAMPAI DENGAN FATIGUE DARI MAGNESIUM SETELAH MELALUI PROSES DMEM UNTUK IMPLAN TULANG DARI BIODEGRADABLE MATERIAL]]> ALEXANDER/12-2014-079 Penulis Uum Sumirat., M.Pd, M.T Dosen Pembimbing 1 Fery Hidayat., S.T, M.T Dosen Pembimbing 2
Pembuatan implan tulang dengan memanfaatkan pelat-pelat penyangga dari logam masih menjadi perhatian pada saat ini. Selain metodenya lebih unggul dari cara kovensional, logam juga mampu menahan beban atau gesekan yang terjadi di dalam tubuh. Namun, kerugiannya harus dilakukan operasi kedua kalinya untuk mencabut logam penyangga tersebut. Maka dari itu, perlu adanya suatu material yang dapat dikembangkan untuk implan tulang yang dapat terurai sendiri di dalam tubuh. Magnesium adalah material yang memiliki ketangguhan patah yang besar dan memiliki modulus elastisitas yang mendekati tulang manusia. Namun, perlu diketahui seberapa besar dan lama magnesium dapat terdegradasi di dalam tubuh. Penelitian dilakukan dengan menggunakan larutan Dulbecco’s modified eagle medium (DMEM). Larutan DMEM merupakan larutan yang mengandung konsentrasi tinggi asam amino dan vitamin, dan komponen tambahan lainnya. Selain itu larutan DMEM dipilih karena mengandung ion organik dan inorganik yang menyerupai cairan plasma tubuh. Penelitian dilakukan dengan cara perendaman magnesium di dalam larutan DMEM yang berlangsung dalam waktu yang berbeda diantaranya satu hari, satu minggu, dua minggu dan tiga minggu. Melalui perendaman ini dapat diketahui tingkat degradasi yang terjadi pada magnesium sebelum selanjutnya akan dilakukan pengujian rambat retak hingga fatigue. Pengujian rambat retak bertujuan untuk mengetahui ketahanan magnesium ketika mendapat getaran dan gesekan di dalam tubuh.