// <![CDATA[MUSEUM SENI LIPAT]]> Ir. Theresia Pynkyawati, MT. Dosen Pembimbing 1 Rika Komariah/21.2008.026 Penulis DR Ir. Nurtati Soewarno, MT Dosen Pembimbing 2
Origami berkembang sangat pesat, origami menjadi sumber inspirasi dalam desain. Mengadopsi bentuk maupun pola lipatan origami ke dalam desain. Ini membuktikan origami sangat menarik perhatian masyarakat dan cukup melekat pada pikiran masyarakat.. Seni lipat di Indonesia sendiri yang paling melekat pada masyarakat adalah seni lipat dari alam yaitu daun dan seni melipat kain yang biasanya dipakai sebagai hantaran pernikahan. Perkembangan seni lipat telah merambah ke dunia teknologi. Seni lipat telah berevolusi, masa-masa revolusi tersebut akan menjadi sejarah, dan seni lipat ini akan terus diteliti dan dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Oleh sebab itu perlu adanya tempat yang mewadahi kebutuhan tersebut. Folding Architecture merupakan suatu proses menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk melalui suatu proses. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan karakter kertas dan mentransformasikannya ke dalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan, tekukan, dll. Proses desain tersebut berusaha diaplikasikan dalam merancang Museum Seni Lipat, sehingga hasil rancangan yang didapat akan menjadi cerminan dari fungsi bangunan tersebut. Dimana bentuk yang dihasilkan adalah bentukbentuk lipatan atau geometris yang sesuai dengan objek museum. Konteks lingkungan yang berada pada kawasan modern dirasa cocok untuk mengaplikasikan tema ini. Akan tetapi perancang juga harus tetap merespon lingkungan sekitar agar tetap ada keterkaitan diantaranya.