// <![CDATA[PANTI YATIM - DHUAFA “KUTTAB AL-FATIH” DI CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT]]> Ir. Meta Riany, MT. Dosen Pembimbing 2 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 1 Asna Dewita/21.2012.033 Penulis
Generasi muda merupakan kunci peradaban umat Islam dan masa depan bangsa. Pendidikan karakter sesuai syariat Islam seperti zaman Nabi Muhammad SAW dimulai sejak usia dini menanamkan perilaku yang baik terhadap sesama manusia, menjaga, dan juga memelihara kondisi alam untuk menciptakan generasi dengan akhlak yang baik. Pendidikan ini dimulai dari lingkungan pertama yaitu rumah. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Kemendikbud per Desember 2016, ada sekitar 896 ribu anak yatim dan yatim-piatu, sementara jumlah anak yang berada dalam binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) hanya sekitar 44-ribu anak1. Perencanaan Panti Yatim-Dhuafa “Kuttab Al-Fatih” mengusung tema Islam Rahmatan Lil Alamin dengan pendekatan desain kawasan “ramah” bagi penghuni, masyarakat sekitar, dan lingkungan. Memiliki kapasitas 200 anak dan dikelola oleh yayasan pendidikan anak usia dini yang berpengalaman dalam lingkungan binaan sesuai dengan syariat Islam, Panti Yatim-Dhuafa “Kuttab Al-Fatih” menjadi solusi untuk menekan angka anak yatim, yatim-piatu, dan terlantar di Jawa Barat. Panti Yatim-Dhuafa “Kuttab Al-Fatih” menerapkan desain yang aman dan nyaman untuk penghuni khususnya anak. Penerapan material yang ramah lingkungan, menjaga vegetasi eksisting, budidaya berkebun, dan luas bangunan lantai dasar 20% dari total luas lahan, serta diterapkanya “Renewable Energy” dengan penggunaan Solar Panel diharapkan dapat menjadi penggagas LKSA diatas standar kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah.