// <![CDATA[PANTI WREDHA ASIH CIWEDAY]]> Ir. Tecky Hendrarto, MM. Dosen Pembimbing 2 Ardhiana Muhsin, ST., MT Dosen Pembimbing 1 Senna Tresna Yuana/21 2013 162 Penulis
Lansia merupakan suatu tahap kehidupan dimana kekuatan fisik maupun psikis kita sudah mulai menurun dan lebih membutuhkan perhatian maupun perawatan secara ekstra. Penurunan daya ingat, syaraf motorik maupun sensorik, dan lain sebagainya. Range umur untuk tahap ini biasanya dimulai dari umur 60 hingga seterusnya, atau bisa disebut juga youth old. Hal inilah yang membuat banyak lansia tidak dirawat atau mendapatkan perhatian yang lebih dalam lingkungannya, di sisi lain faktor anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa dan memiliki pekerjaan ataupun kesibukan dengan keluarga barunya. Maka tak jarang banyak lansia yang ditipkan di Panti Wredha agar bisa mendapatkan perhatian dan perawatan lebih baik dari segi fisik maupun psikis. Panti Wredha merupakan Institusi atau Lembaga sosial yang dioperasikan untuk menaungi, menjaga, dan merawat para lansia baik dari segi fisik maupun psikis. Seringkali panti wredha dipandang sebelah mata oleh masyarakat banyak dikarenakan menyiratkan bahwa keluarga lansia seperti tidak mau merawat orangtuanya dan lebih memilih untuk menitipkannya di panti wredha. Sebagian besar panti wredha telah meningkatkan pelayanannya yang membuat pandangan-pandangan miring tersebut kini mulai berkurang, karena dengan menitipkan orangtua di panti wredha bukan berarti anak tidak memiliki kepedulian terhadap orangtuanya, namun menjadi salah satu cara agar anak bisa menjaga kesehatan orangtuanya ketika ia sibuk tidak bisa setiap hari bersama orangtuanya. Panti wredha Asih Ciweday ini dirancang untuk menaungi, merawat, dan menjaga para lansia agar kesehatan mereka baik secara fisik maupun psikis dapat terjaga dengan baik. Lokasi panti ini berada di jalan simpang Ciweday, Margamulya, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Melihat lokasi panti ini, dipastikan dapat menampung lansia dari daerah Kab. Bandung hingga mencakup Provinsi Jawa Barat, dan tidak menutup kemungkinan menerima dari luar Provinsi. Pengambilan tema diambil dari karakteristik lansia yang dikonversi menjadi bahasa arsitektur selanjutnya menjadi bentuk pada bangunan. Pemilihan tema ini diambil karena bangunan difokuskan kepada perawatan para lansia untuk merasa nyaman, aman dan efektif baik di dalam maupun di luar bangunan. “Kolonial dan Tradisional” adalah tema yang diambil yang dirasa cocok bagi karteristik lansia tersebut. Karakteristik lansia tersebut dirubah kedalam bahasa arsitektur agar lebih mudah dipahami oleh perancang.