// <![CDATA[ANALISIS KONSENTRASI TEGANGAN AKIBAT PERUBAHAN JARAK ANTAR LUBANG BAUT UNTUK POLA LUBANG BAUT BERSILANG PADA PELAT BAJA]]> Kamaludin., Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Elyas/22-1995-172 Penulis
Dalam suatu konstruksi bangunan struktur baja, tidak dapat memghindari adanya sambungan yang salah satunya dengan menggunakan sambungan baut. Pada sambungan, lubang-lubang harus disediakan pada kedua batang yang akan disambung. Sedangkan pada batang tarik, lubang-lubang tersebut menyebabkan tejadinya pemusatan tegangan di sekitar lubang. Pola lubang baut bersilang adalah salah satu jenis sambungan yang umum digunakan. Penggunaan pola tersebut mempengaruhi besamya konsentrasi tegangan yang terjadi disekitar Iubang. Pada tugas akhir ini, konsentrasi tegangan yang ditinjau adalah konsentrasi tegangan normal tarik pada tit-titik tertentu dan perubahan konsentrasi tegangan terhadap jarak antar lubang. Perhitungan tegangan yang terjadi pada batang tarik berlubang menggunakan metode elemen hingga, dalam hal ini menggunakan program bantu SAP 2000. Hasil analisis yang didapat Distribusi tegangan pada pelat berlubang tidak merata dimana nilai tegangan maksimum Untuk g = 2,5d, s1 = 1,0d pada jarak s2 ≥1,0d tegangan tertinggi terjadi pada titik 1 dan 6. untuk g = 2,5d., S1= 1,5d terjadi perpindahan konsentrasi tegangan tertinggi pada jarak, s2 ≤ 2,5d tegangan tertinggi terjadi pada titik 8 dan pada s2 ≥ r 2,5d tegangan tertinggi terjadi pada titik 2 dan 5. Untuk g ≥3,0d., s1= 1,5d tidak terjadi perpindahan konsentrasi tegangan tertinggi. Konsentrasi tegangan tertinggi terjadi pada titik 2 dan 5 unutk setiap perubahan s2 perubahan terhadap jarak antar lubang yang searah dengan pembebanan (s2), memberikan perubahan yang lebih kecil terhadap konsentrasi tegangan tertinggi, dibandingkan dengan merubah jarak antar lubang yang tegak lurus arah pembebanan (g) Hasil analisi juga menunjukan bahwa pada setiap perubahan s2 dan g, akan terjadi penurunan konsentrasi tegangan maksimum.