// <![CDATA[SUNDAYANA URBAN RAIL STATION KIARACONDONG]]> Dr. Ir. Nurtati Soewarno, M.T Dosen Pembimbing 3 Billiandi Muhamad Fitri / 21.2012.252 Penulis Ir. Bambang Subekti, M.T Dosen Pembimbing 1 Ir. Dwi Kustianingrum, M.T Dosen Pembimbing 2
Stasiun kereta api merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat berhenti dan berangkat, dan tempat menunggu kereta api. Stasiun kereta api dapat dikatakan sebagai salah satu gerbang masuk menuju suatu daerah atau kota. Stasiun Kiaracondong merupakan salah satu stasiun kereta api kelas besar kedua yang terletak di Kota Bandung. Stasiun ini melayani kereta api dengan tujuan kota Bandung menuju kota-kota di timur dan selatan pulau Jawa, seperti Tasikmalaya, Blitar, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Malang, hingga Surabaya juga ke Jakarta Gambir maupun kereta komuter lokal Bandung Raya tujuan Padalarang-Cicalengka dan KA Lokal Cibatu-Purwakarta. Sebagai salah satu “gerbang masuk” kota Bandung, stasiun ini belum memiliki “ciri khas” dari kota Bandung. Selain itu, stasiun ini juga memiliki volume penumpang yang cukup tinggi, tetapi tidak memiliki cukup fasilitas-fasilitas penunjang bagi pengunanya. Penerapan langgam Arsitektur Neo-Vernakular Sunda pada bangunan Sundayana Urban Rail Station, yang mana menggabungkan antara langgam tradisional dan modern pada bangunan stasiun ini diharapkan akan memberikan suatu ciri khas atau daya tarik dari bangunan tersebut bagi masyarakat dan kawasan sekitarnya.