STASIUN KERETA API BANDUNG
Meningkatnya beban pada sistem transportasi kota dan antar Kota Bandung mengakibatkan perlunya sarana yang dapat memenuhi dan mewadahi berbagai kegiatan. Hubungan antar
kota dalam hal mengirimkan barang ataupun kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan individu atau intansi yang perlu diakomodasi dengan transportasi yang cepat. Permasalahan yang sering terjadi di jalan raya berupa kemacetan, kondisi jalan dan lain halnya dapat mengurangi efektifitas hubungan antar kota. Transportasi kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang dapat menjadi solusi dalam permasalahan moda transportasi lain. Kota Bandung adalah kota yang memiliki Stasiun kereta api utama yaitu Stasiun Kereta Api Bandung. Stasiun utama yang menjadi salah satu ikon bangunan transportasi Kota Bandung mengharuskan dapat menampung dan mewadahi berbagai kegiatan hingga tahun 2048 mendatang. Perluasan kapasitas, penambahan berbagai fasilitas, perbaikan fasilitas, dan penyelesaian masalah lain menjadi hal utama dalam pengembangan Stasiun Kereta Api Bandung. Pengembangan Stasiun Kereta Api Bandung menerapkan tema "Penerapan Filosofi Budaya Sunda sebagai Pendekatan Desain". Tema ini mengangkat kembali nilai budaya sunda, pada penerapanya berbagai konsep yaitu, Modern dan filosofis. Dari sudut filosofis budaya sunda ditransformasikan menjadi zoning horizontal dan zoning vertikal, zoning horizontal yaitu teras, tepas dan pawon sedangkan zoning vertikal yaitu badan, kaki, kepala. Dari poin modern juga dikembangkan ke sisi teknis dari proses perancangan berupa pengolahan material fasad yang menjadi konsep gubahan dari bangunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).STASIUN KERETA API BANDUNG ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.STASIUN KERETA API BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2019.Text
MLA Style
.STASIUN KERETA API BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.STASIUN KERETA API BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2019.Text