// <![CDATA[STUDI TlNGKAT KINERJA RUAS JALAN SURAPATI ANTARA JALAN SENTOT ALIBASAH - PAHLAWAN]]> Silvia Sukirman, Ir. Dosen Pembimbing 1 Dwi Prasetyanto, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 Vika Jessinthya A. P./22-1998-150 Penulis
Jalan sebagai prasarana transportasi darat memegang peranan penting bagi manusia untuk melakukan kegiatannya. Oleh karena itu sangat diperlukan tingkat kinerja jalan yang baik. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menghitung tingkat kinerja ruas jalan. Dalam studi ini dianalisis tingkat kinerja jalan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)b1997. Data diperoleh dengan menggunakan metode pos pengamat tetap dan metode mobil pengamat bergerak (Moving Car Observer). Pengamatan dilakukan pada ruas jalan Surapati antara Jalan Sentot Alibasah-Pahlawan. Parameter tingkat kinerja jalan yang diamati meliputi kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), kecepatan tempuh (V), dan waktu tempuh (TT). Dari hasil survey dengan metode pos pengamat tetap pada jam sibuk, diperoleh volume lalu lintas terbesar Q=1716 smp/jam/2arah untuk Ruas 1, Q=1827 smp/jam/2arah untuk Ruas 2, dan Q=2041 smp/jam/2arah untuk Ruas 3. Sedangkan berdasarkan Moving Car Observer diperoleh Q=2182 smp/jam/2arah untuk Ruas 1, Q=2660 smp/jam/2arah untk Ruas 2, dan Q=2124 smp/jam/2arah. Hambatan samping termasuk kelas sedang kecuali pada Ruas 3 kelas hambatan samping tinggi terjadi pada jam tidak sibuk (10.45-11.45). dengan mempergunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, pada jam sibuk, diperoleh untuk Ruas 1, C=2834 smp/jam/2arah, DS=0.61, dan V=35 km/jam; diperoleh untuk Ruas 2, C=2680 smp/jam/2arah, DS=0.68, dan V=32 km/jam, diperoleh untuk Ruas 3, C=3152 smp/jalan/2arah, DS=0.65, dan V=36 km/jam. Berdasarkan metode Moving Car Observer diperoleh DS=077 untuk Ruas 1, DS=099 untuk Ruas 2, dan DS=067 untuk Ruas 3. Setelah dilakukan analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa derajat kejenuhan dari data Moving Car Observer memiliki kecenderungan lebih besar dari data hasil pos pengamat tetap. Secara umum, tingkat kinerja ruas jalan yang diamati adalah baik, karena nilai derajat kejenuhan pada tiap ruas jalan umumnya kurang dari 0.80.