// <![CDATA[PERENCANAAN TEBAL LAPIS ULANG JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN METODE AUSTROAD]]> R. Anwar Yamin, Ir.,M.T Dosen Pembimbing 1 Herman., Ir., M.T Dosen Pembimbing 2 Adi Kurnia/22-1998-132 Penulis
Perkerasan pada jalan Pantai Utara (Pantura) telah mengalami perubahan struktur, seperti deformasi (lendutan), supaya jalan ini dapat dapat melayani lalu lintas dengan aman dan nyaman, perlu dilakukan beberapa penangganan. Pelapisan ulang adalah penangganan yang popular digunakan untuk tujuan tersebut. Studi ini betujuan mengevaluasi kekuatan jalan khususnya jalan Pemalang-Pekalongan, Jawa Tengah dengan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD). selain itu juga menentukan tebal alpis tambahan yang dibutuhkan af=gar jalan tersebut dapat melayani lalu lintas 5 sampai 10 tahun mendatang. Metode perencanaan yang digunakan untuk tujuan ini adalah metode AUSTROAD. Perencanaan tebal lapis ulang dihitung dengan 2 cara yaitu anatra nilai CF/CD tiap titik pengujian dan dengan nilai CF/CD rata-rata tiap segmen. Hal ini dilakukan untuk membandingkan tebal lapis tambahan dari kedua cara tersebut. Dari hasil analiss didapat bahwa terdapat perbedaan yang relative besar dalam perencanaan tebal lapis tambah dengan menggunakan kedua cara tersebut. Perbedaan tersebut diakibatkan oleh adanya perbedaan nilai CF dan CD. Oleh sebab akan lebih baik bila dalam perencanaan lapis ulang di hitung berdasarkan data lendutan tiap titik pengujian. Hasil analisa perhitungan tebal lapis tambahn pada ruas jalan Pemalang-Pekalongan, tidak semua segmen memerlukan pelapisan ulang selama umur rencana. Segmen tersebut antara lain yaitu pada Sta 7+300 – Sta 15+000 dan Sta 21+000 – Sta 28+000. Segmen yang memerlukan pelapisan ulang arah ke Pekalongan selama umur rencana 5 tahun dan 10 tahun berturut-turut yaitu Sta 0+000 – Sta 7+300=85 mmm dan 90 mm, Sta 15+000 – Sta 21+000=75 mm dan 85 mm, Sta 28+000 – Sta 34+000=85 mm dan 90 mm, dan segmen yang memerlukan pelapisan ulang arah ke Pemalang selama umur rencana 5 tahun sampai 10 tahun berturut-turut yaitu Sta 0+000 – Sta 7+300=85 mm dan 90 mm, Sta 15+000 – Sta 21+000 = 65 mm dan 85 mm, Sta 28+000 – Sta 34+000 = 95 mm dan 95 mm.