// <![CDATA[Pendekatan Kontinuitas pada Desain Stasiun Kereta Api Bandung]]> Ir. Tecky Hendrarto, M.M Dosen Pembimbing 1 Andri Sulistiady Kuswandy/21.2014.236 Penulis Dian Duhita Permata, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
Stasiun merupakan bangunan yang sangat menunjang aktivitas perkeratapian baik bagi pengguna maupun penyedia layanannya. Seiring dengan meningkatnya minat pengguna moda transportasi kereta api, keberadaan stasiun yang nyamanpun menjadi harapan bagi masyarakat. Juga, secara tidak langsung stasiun memiliki fungsi sebagai pintu gerbang suatu kota atau daerah. Stasiun Kereta Api Bandung adalah salah satu stasiun besar yang dimiliki Kota Bandung yang melayani pemberangkatan jarak jauh dan jarak dekat. Terletak pada pusat Kota Bandung tepatnya di Jalan Kebon Kawung yang merupakan salah satu kawasan bersejarah Kota Bandung juga kawasan yang memiliki beberapa bangunan bersejarah diantaranya adalah Bangunan Stasiun Kereta Api Bandung bagian Selatan. Selain sebagai kawasan bersejarah, kawasan Stasiun Bandung merupakan kawasan strategis dan kawasan yang akan dikembangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD). Arsitektur Kontekstual Kontinuitas diambil sebagai tema dari proyek redesain Stasiun Bandung dengan tujuan mengadaptasikan atau memberi hubungan antara bangunan preservasi dengan kebutuhan masa kini atau yang akan datang serta lingkungan sekitar. Memberikan kesan bangunan yang kontinuitas atau berkesinambungan menjadi fokus utama pencapaian redesain Stasiun Kereta Api Bandung. Penerapan unsur kontinuitas diterapkan baik dari aspek fisik bangunan maupun aspek non fisik bangunan. Aspek fisik bangunan menerapkan elemen art deco dari bangunan preservasi yang ada di Stasiun Bandung pada bagian fasad bangunan, dan non fisik menerapkan Ruang Terbuka Hijau dan plaza sebagai area penerima pada site, mengakomodir tempat pemberhentian angkutan umum serta menyesuaikan linkage & sirkulasi yang sudah ada sehingga didapat kesan stasiun yang memiliki kesinambungan dengan lingkungan.