// <![CDATA[ANALISIS BATANG TARIK DAN TEKAN MENGGUNAKAN FAKTOR BEBAN DAN KETAHANAN (LRFD)]]> Hannis Burhan, Ir. Dosen Pembimbing 1 Erni Kurniawati R./22-1999-131 Penulis
Dewasa ini banyak ditemui gedung-gedung dan jembatan-jembatan yang menggunakan material baja sebagai struktur utamanya. Batang tarik biasanya digunakan untuk rangka atap, jembatan, sistem ikatan angin. Sedangkan batang tekan biasanya digunakan sebagai kolom. Mengingat pentingnya peranan batang tarik dan batang tekan dalam struktur bangunan maka perlu dilakukan analisis kelayakan profil-profilnya. Profil-profil yang digunakan dalam pembahasan tugas akhir ini adalah profil WF 250x175, profil siku L 150.90.10 untuk analisis batang tarik sedangkan untuk analisis batang tekan yaitu WF 400.400.45.70, ST 400.400.45.70 dan profil 2L.75.100.7. Analisis dengan menggunakan metode LRFD merupakan suatu perbaikan terhadap desain struktur bangunan baja. Analisis yang digunakan dalam tugas akhir ini menggunakan LRFD AISC tahun 1999 dimana rumus-rumus yang diberikan sudah bebas satuan. Metode LRFD memberikan perhitungan keadaan batas serta menentukan besarnya faktor beban dan ketahanan secara lengkap dan jelas. Oleh karena itu, metode LRFD memberikan fleksibilitas dan kemungkinan hasil perencanaan yang lebih rasional dan ekonomis. Analisis batang tarik didasarkan akibat retak pada penampang neto dan leleh pada penampang bruto. Sedangkan analisis batang tekan didasarkan pada kekuatan tekuk lentur dan tekuk lentur torsi.