PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA FWD DAN METODE 'AASHTO
Jaringan jalan di Indonesia pada saat ini telah berkembang sesuai dengan fungsi jalan sebagai penunjang pembangunan ekonomiyang terus meningkat, karena itu diperlukan usaha pembinaan jalan yang tepat.
Jalur Panti Utara (Pantura) Jawa Tengah merupakan salah satu jalan yang sering dilewati oleh kendaraan ringan dan kendaraan berat. Akibat beban lalu lintas dari masing-masing kendaraan, kontruksi jalan ini telah mengalami perubahan struktur yang menyebabkan keretakan atau mengalami lendutan.
Falling Weight Deflectometer (FWD) merupakan salah satu alat untuk mngevaluasi kekuatan struktur perkerasan jalan, sehingga akan didapat data lendutan, untuk menentukan tebal lapis tambah yang dibutuhkan agara jalan mampu melayani lalu lintas untuk umur rencana 5 dan 10 tahun, digunakan metode ASSHTO sebagai salah satu metode perencanaan dimana pada perencanaan ini menggunakan dua buah data lendutan yaitu df0 dan df6 untuk mennetukan modulus resilient (Mg) yang didapatkan dari perhitungan baik.
Pada hasil analisis perhitungan tebal lapis tambahn pada ruas Pemalang-Pekalongan tidak semua segmen memerlukan lapisan ulang selama umur rencana yaitu pasa Sta 0+000-2+400, Sta 9+000-12+400 dan Sta 30+600-31+800.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA FWD DAN METODE 'AASHTO ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA FWD DAN METODE 'AASHTO ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA FWD DAN METODE 'AASHTO ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH JALUR PANTURA JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA FWD DAN METODE 'AASHTO ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text