// <![CDATA[KEMUNGKINAN PEMANFAATN LIMBAH DARI PABRIK KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BAHAN BANGUNAN]]> Ir. Budi Lationo.,M.T Dosen Pembimbing 2 Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja Dosen Pembimbing 1 Yodi Triady/22-1998-145 Penulis
Telah dilakukan penelitian mengenai perekat hidrolis alternative yang dilakukan di Laboratorium Beton Institut Teknologi Nasional. Penelitian ini dilakukan secara studi literature dan studi eksperimenta. Secara studi literature, batasan diletakkan pada perencanaan komposisi campuran yang dihitung langsung berdasarkan hasil analisa kimia komposisi kandungan oksida yang terdapat pada limbah kerrtas, kapur dan serbuk bata, lebih ditekankan pada nilai hidrolis ± 2 dan nilai C3S maksimum yang memungkinkan. Pada penelitian ini, sifat-sifat fisik dari campuran bahan pengikat alternative yang diuji adalah berat jenis, konsistensi, normal. Waktu ikat dan kuat tekan. Penelitian dimulai dari memberikan variasi pembakaran 4000C, 6000C, dan 8000C dialnujutkan dengan pembuatan benda uji berupa pasta ukuran 5 x 5 x 5 cm dan diakhiri dengan pengujian kuat tekan pada saat ebnda uji berumur 7, 14 dan 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh hasil waktu ikat awal 675 menit, wakti ikat akhir minimum selama 690 menit, berat jenis minimum 2,53 gr/cm3 dan kuat tekan maksimum 21.839 kg/cm2 . semua yang didapat tersebut dari campuran 1 (limbah kertas): 0,0032 (kapir) : 0,15 (serbuk bata) drngsn suhu pembakaean 8000C, semakin tinggi pembakaran yang dilakukan maka sifat-sifat fisik campuran limbah kertas. Kapur dan serbuk bata ini semakin baik berdasarkan hasil pengujian tersebu, campuran material limbha kertas, kapur, serbuk bata ini cukup memungkinkan untuk dijadikan bahan pengikat alternative karena dapat menimbulkan sifat hidrolis yang mengeras setelah dicampur dengan air. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan lebih memperhatikan komposisi kandungan kimia yang ada pada campuran materialnya, agar dapat disesuaikan dengan komposisi kandungan kimia semen Portland sehingga dapat lebih baik.