// <![CDATA[EVALUASI POTENSI PENGGUNAAN SLAG UNTUK CAMPURAN BERASPAL BERDASARKAN SPESIFIKASI DEPKIMPRASWIL 2002]]> R. Anwar Yamin, Ir.,M.T Dosen Pembimbing 1 Herman Ir.,MT Dosen Pembimbing 2 Melia Christina/22-1998-013 Penulis
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jalan, maka perlu dikembangkan pengetahuan mengenai perkerasan ajlan. Salah satunya dengan memanfaatkan terak baja (slag) yang merupakan limbah padat industry peleburan biji besi, sehingga diharapkan dapat dijadikan salah satu material tambahan yang relatif murah. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Material Perkerasan Jalan, ITENAS Bandung. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60. Kadar aspal optimum ditentukan melalui uji Marshall dengan menggunakan kadar aspal 6%;6,5%;7%;7,5%;8% masing-masing dibuat 3 buah benda uji. Pada tugas akhir ini dibuat 72 buah benda uji yaitu 15 benda uji yaitu 15 benda uji agregat, 15 benda uji slag pengganti agregat kasar, 15 benda uji slag pengganti agregat halus dan slag sebagai filler. Dari hasil pengujian hanya pemakaian agregat tanpa campuran saja yang tidak didapatkan kadar aspal optimum. Berdasarkan hasil uji analisa bahwa substitusi terak baja berpengaruh terhadap stabilitas yang mengakibatkan stabilitas turun, VIM semakin turun dan VFA semakin naik. Sedangkan untuk VFA dan flow tidak memberikan pengaruh yang berarti.