// <![CDATA[STUDI NILAI KUAT TEKAN BETON ASPAL AC-WC]]> Silvia Sukirman, Ir. Dosen Pembimbing 1 Mita Mawarwulan/22-1997-130 Penulis
Jalan adalah salah satu prasarana transportasi yang sangat dibutuhkan. Jalan yang diiginkan adalah jalan yang memiliki keawetan sesuai umur rencananya. Contoh penyebab kerusakan jalan adalah masuknya air kedalam perkerasan jalan dan juga berpengaruh suhu. Untuk mengetahui pengaruh masuknya air ke dalam perkerasan dan juga pengaruh suhu, maka penulis melakukan penelitian ini. Selain itu penulis juga ingin membandingkan hasil uji Marshall dengan hasil uji kuat tekan. Prosedur pelaksanaan di laboratorium berdasarkan yang disyaratkan oleh AASHTO atau SK-SNI. Penelitian dilakukan terhadap LASTO AC-WC, aspal penetrasi 60, benda uji Masrhall untuk mendapatkan kadar aspal optimum, dicoba menggunakan kadar aspal dari perhitungan kadar aspal acuan (KAA), masing-masing kadar aspal dibuat 3 buah benda uji. Kemudian di dapat kaadr aspal optimum seebsar 7,2% dan kadar aspal optimum ini digunakan untuk membuat 9 buah benda uji lagi. 3 benda uji direndam dan di uji Marshall sedangkan 6 buah benda uji lagi tidak direndam. Ke-6 benda uji yang tidak direndam, 3 diuji Marshall dan 3 lagi diuji kuat tekan. Benda uji yang tidak direndam dalam waterbath memiliki nili stabilitas yang lebih tinggi, dan nilai flow yang lebih renda dibandingkan dengan benda uji yang direndam dalam waterbath. Semakin tinggi nilai stabilitas, maka nilai kuat tekan juga akan semakin tinggi,