// <![CDATA[IMPLEMENTASI KUAT TEKAN IMPLEMENTASI KUAT TEKAN (σ) SEBAGAI FUNGSI DARI BINDER VOID RATIO (α) PADA PENENTUAN PROPORSI CMAMPURAN MORTAR SEMEN POLIMER AKRILIK]]> 0420027201 - Abinhot Sihotang, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Ir. Budi Lationo Pangabean, M.T Dosen Pembimbing 2 Lia Anggraini/22-1998-068 Penulis
Beton merupakan bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus, agregat kasar, semen dan air. Namun berdasarkan fakta geologi yang ada, beberapa wilayah di Indonesia seperti Papua dan Kalimantan sulit dijumpai agregat kasar. Maka keberadaan agregat harus didatangkan dari daerah lain. Untuk mengatasi masalah tersebut, teknologi mortar semen polimer akrilik dapat menjadi salah satu pilihan. Uji coba dilakukan di laboratorium Beton ITENAS meliputi penentuan kadar udara mortar dengan menggunakan air meter, pengujian slump test dan penentuan kuat tekan mortar umur 28 hari dari benda uji berukuran ( 50 x 50 x 50 ) mm sebanyak 150 buah. Dari hasil pengujian didapat grafik kuat tekan dan binder void ratio (α), yaitu σ = 248,62α – 86,032 dan grafik hubungan kadar semen dan binder void ratio (α), yaitu α = 1,0074 x (kadar semen) + 0,2469. Dari kedua grafik hubungan ini dapat ditentukan mix design mortar semen polimer akrilik dengan kondisi W/C = 0,6 dan P/C = 1%.