// <![CDATA[STUDI EKSPERIMENTAL LAS TUMPUL DI WILAYAH KOTA BANDUNG]]> Kamaludin., Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Triyanti Dhewani Andhewi/22-2000-192 Penulis
Prinsip dasar dari sistem pengelasan adalah suatu proses menyatukan dua logam dengan memanaskan sehingga membentuk kesatuan. Dalam pengelasan structural biasanya di ikuti dengan penambahan logam pengisi dari elektroda. Mutu las dari suatu struktur sangat menentukan kekuatan struktur tersebut dalam menahan gaya atau beban. Sedangkan mutu dari suatu las tergantung dari proses pengerjaan las dan tipe sambungan las yang digunakan. Metode yang digunakan dalam melakukan proses pengelasan tidak kalah pentingnya dalam menentukan mutu dari las. Untuk mengetahui mutu dari las sebaiknya diadakan pengujian terhadap las. Metode pengujian uji las menggunakan metode AWS (American Welding Society) dalam hal pembuatan benda uji dan pelaksanaan pengujian yang akan dilakukan. Pengujian uji tarik yang dilakukan menghasilkan suatu kekuatan tarik yang kemudia dianalisis secara uji statistic, yaitu berdasarkan probabilitas 80% tegangan tarik sebesar 3107.3 kg/cm2, tegangan tarik leleh sebesar 608.42 kg/cm2. Kemudian diperoleh nilai simpangan baku (standar deviasi) untuk tegangan tarik sebesar 654.22 kg/cm2, untuk tegangan leleh sebesar 78.12 kg/cm2 dan regangan sebesar 0.982%. serta diperoleh nilai rata-rata dari tegangan tarik 3434.619 kg/cm2, tegangan leleh sebesar 684.41 kg/cm2 dan regangan 1.58%.