// <![CDATA[EVALUASI KINERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN BENDUNG GERAK MANGANTI DI KOTA BANJAR PROPINSI JAWA BARAT]]> Yiniarti Eka Kumala, Ir., Dipl.HE. Dosen Pembimbing 1 Ir. Winskayati, Sp.I. Dosen Pembimbing 2 Asep Gunawan/22-1999-011 Penulis
Bendung Manganti merupakan Bendung gerak yang dibangun pada tahun 1972-1987 dalam rangka pengembangan wilayah sungai Citanduy yang berfungsi mengairi areal sawah seluas 26.740 ha. Daerah irigasi tersebut berada dibagian timur, kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah (Sidareja-Cihaur) seluas 22.200 Ha dan bagian Barat, kabupaten Ciamis (Lakbok Selatan) seluas 4.450 Ha. Bendung gerak Manganti juga berfungsi melewatkan debit banjir rencana dengan periode ulang 100 tahun (Q100 = 1750 m3/detik) dan sekarang kegiatan operasi dan pemeliharaan cukup baik, dimana Bendung dan bangunan air lainnya dalam kondisi baik. Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahn yaitu biaya operasi dan pemeliharaan yang cukup besar, sedimentasi serta tanggul banjir. Analisis dan pembahasan dititikberatkan pada perhitungan Nilai Degradasi Saluran dan biaya pemeliharaan akibat sedimen di saluran pengantar, perhitungan volume kantong lumpur selama pembilasan. Dari analisis diketahui bahwa saluran pengantar untuk kedua Daerah Irigasi dalam kondisi sangat baik yaitu 0,941 untuk Sidareja-Cihaur dan 0.97 untuk Lakbok Selatan. Sedangkan volume sedimen sisa yang harus dibersihkan dengan tenaga manusia di kantong lumpur. Daerah Irigasi Sidareja-Cihaur serta Lakbok Selatan ± 134 m3 dan ± 14 m3. oleh karena itu, kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan untuk pemeliharaan sedimen di saluran pengantar dan kantong lumpur cukup besar. Waktu pembilasan kantong lumpur musim hujan untuk Daerah Irigasi Sidareja-Cihaur disarankan 1 (satu) minggu sekali dan unutk Lakbok Selatan 2 (dua) kali dalam seminggu. Namun pada musim kemarau waktu pembilasan bisa disesuaikan sendiri.