// <![CDATA[KAJIAN BETON YANG MENGGUNAKAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN TAWAS SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN]]> 0420027201 - Abinhot Sihotang, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Ahmad Kurnia/22-1999-086 Penulis
Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa penggunaan abu terbang dalam campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan beton. Akan tetapi disisi lain penggunaan abu terbang akan menyebabkan penurunan kecepatan reaksi hidrasi. Hal ini terlihat dari hasil pengujian kuat tekan beton pada umur-umur awal, dimana kuat tekan beton yang menggunakan abu terbang lebih kecil dibandingkan dengan beton tanpa abu terbang. Penelitian yang lain menunjukan bahwa penambahan tawas pada campuran beton dapat mempercepat reaksi hidrasi semen. Hal ini ditunjukkan denga adanya peningkatan kuat tekan beton pada umur-umur awal pengujian tekan beton. Penelitian ini akan mengkaji penambahan abu terbang sebesar 15%, 20%, 25%, terhadap berat semen, sedangkan usaha untuk mempercepat reaksi hidrasi dialkukan dengan penambahan tawas sebear 4% dari berat semen. Pengujian akan meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas pada beton umur 7 hari, 14 hari, dan 24 hari. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Hasil pengujian menunjukan bahwa kadar optimum penambahan abu terbang terjadi pada persentase 20%. Penggunaan tawas 4% dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah belah beton, sedangkan nilai modulus elastisitas beton yang menggunakan tawas masih dibawah beton tanpa tawas.