// <![CDATA[KAJIAN PERMEABILITAS BETON DENGAN BAHAN PENGIKAT SEMEN HIDRAULIS ALTERNATIF]]> Bernardinus Herbudiman, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Hazairin, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 Ery Radya Juarti/22-2000-095 Penulis
Penelitian dari Semen Hidraulis Alternatif dimaksudkan untuk mendapatkan hasil semen yang serupa dengan semen Portland dan harga lebih murah dibandingkan dengan semen Portland. Komposisi Semen Hidraulis Alternatif ini memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Sumber daya alam tersebut kemudian diolah menjadi komponen-komponen pembentuk semen. Penelitian ini akan mengkaji permeabilitas beton dengan bahan pengikat Semen Hidraulis Alternatif dengan tujuan utnuk mengetahui porositas, kekedapan dan durabilitas beton tersebut. Penelitian ini menggunakan perbandingan campuran pozolan dan kapur melalui metode three component system dimana parameteroptimal perbandingan adalah Modulus Silika 1,9 dan Lime Saturation Factor 0,66 dan diperoleh perbandingan komposisi semen yang terdiri atas serbuk bata 61,33%, tras 7,559%, dan kapur 31.106% dari berat semen, yang kemudian dibakar pada suhu 10000C. mix design yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Dreux dimana kuat tekan yang direncanakan adalah 12,5 MPa dan 15 MPa dengan kondisi agregat kering udara dan pada saat pengecoran dilakukan penambahan air untuk mencapai kelacakan 8 ± 2 cm. komposisi campuran beton terdiri atas Semen Hidraulis Alternatif, air, agregat halus, agregat kasar dan tawas 1% dari berat semen. Benda uji dibuat berbentuk blok berukuran 15 cm x 15 cm x 11,5 cm yang kemudian dilakukan pengujian permeabilitas pada saat umur beton 28 hari di Laboratorium Struktur dan bahan ITB. Dalam pengujiannya, penelitian ini mencari nilai koefisien permeabilitas dari Semen Hidraulis Alternatif. Semakin tinggi koefisien permeabilitas beton menunjukkan porositas yang semakin tinggi serta durabilitas yang semakin rendah sehingga kekedapan beton semakin berkurang. Pengujian permeabilitas tersebut dapat dihitung dengan pengukuran aliran yang menembus beton yang kemudia dihasilkan volume aliran bertekanan persatuan waktu terhadap ketebalan beton. Jumlah aliran ini dapat didekati dengan hokum Darcy. Pengujian permeabilitas beton memperoleh hasil bahwa untuk kuat tekan rencana 12,5 MPa nilai koefisien permeabilitas sebesar 9,476 x 10-9 cm/detik dan tinggi 11,5 cm, sedangkan untuk kuat tekan rencana 15 MPa nilai koefisien permeabilitas sebesar 9,029 x 10-9 cm/detik dan tinggi penetrasi 11,5 cm. hasil pengujian tersebut menunjukan bahwa beton dengan bahan pengikat Semen Hidraulis Alternatif tersebut memiliki koefisien permeabilitas tinggi sehingga menujukan durabilitas yang rendah dan porositas yang tinggi serta tinggi penetrasi yang tinggi sehingga beton menjadi tidak kedap air. Berdasarkan hasil tersebut, beton dengan bahan pengikat Semen Hidraulis Alternatif tetap dapat digunakan dalam perencanaan konstruksi karena beton tersebut tidak didesain untuk penggunaan konstruksi bangunan air yang mengharuskan beton bersifat kedap air.