PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LATASTON DEPKIMPRASWIL 2002
Dengan adanya peningkatan kebutuhan kan prasarana transportasi, maka diperlukan peningkatan kualitas perkerasan jalan, sehingga menghasilkan mutu perkerasan yang lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemakainya. Untuk itu pemerintah melalui instansinya mengeluarkan spesifikasi baru, yaitu Spesifikasi Depkimpraswil 2002. Penelitian pada Tugas Akhir ini, yaitu untuk mempelajari pengaruh jumlah tumbukan campuran LATASTON sesuai standar Spesifikasi Depkimpraswil 2002.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Material Perkerasan Jalan, ITENAS, Bandung. Penelitian menggunakan aspal penetrasi 60, benda uji dibuat denga menggunakan gradasi yang memenuhi spesifikasi dan kadar aspal acuan = 7% terhadap berat campuran. Penentuan kadar aspal optimum dilakukan dengan membuat benda uji Marshall dengan kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8% terhadap berat campuran , masing-masing 3 bua bend auji dengan tumbukan sebanyak 35,50 dan 75 kali tumbukan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap benda uji tidak diperoleh kadar aspal optimum, sehingga untuk penelitian selanjutnya digunakan kadar aspal 7,5%.
Berdasarkan hasil uji statistic bahwa nilai stabilitas meningkat, karena penambahan jumlah tumbukan, sedangkan untuk nilai flow, VIM, dan VMA mengalami penurunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LATASTON DEPKIMPRASWIL 2002 ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LATASTON DEPKIMPRASWIL 2002 ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LATASTON DEPKIMPRASWIL 2002 ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LATASTON DEPKIMPRASWIL 2002 ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text