EVALUASI GEOMETRIK PERSIMPANGAN DENGAN BUNDARAN STUDI KASUS BUNDARAN CIBIRU BANDUNG
Bundaran merupakan salah satu cara pengaturan lalu lintas paad persimpangan jalan. Pengaturan persimpangan dengan bundaran diperlukan untuk mengurangi titik konflik antara kendaraan dengan memberikan prioritas bagi kendaraan dari sebelah kanan.
Perhitungan kinerja bundaran berupa kapasitas (c) dan derajat kejenuhan (DS) dilakukan berdasarkan metode MKJI 1997 dan perencanaan geometriknya dievaluasi berdasarkan metode Depkimpraswil 2003. Pada kondisi saat ini, dari hasil perhitungan pada daerah jalinan 1 (Soekarno-Hatta menuju Sumedang), diperoleh C = 3055 smp/jam, DS = 0,64, pada daerah jalinan 2 (Sumedang menuju Soekarno Hatta). Diperoleh C = 5580 smp/jam, DS = 0,22, pada daerah jalinan 3 (Ujung Berung menuju Sumedang), diperoleh C = 4792 smp/jam, DS = 0,41. Untuk mengevaluasi jarak pandnag bundaran dan diameter bundaran digunakan metode depkimpraswil denga kecepatan rencana untuk trailer dan semi trailer adalah 50 km/jam. Dalam analisis perhitungan didapat jarak pandang bundaran b = 63,245 m, jarak pandang henti d = 63,43 m dan rentang diameter bundaran 15 – 60 m. pada pengelolaan gambar didapat b = 65 m, d = 65 m dan diameter bundaran didapat 47 m sehingga masih memenuhi persyaratan desain bundaran dengan cara depkimpraswil 2003.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).EVALUASI GEOMETRIK PERSIMPANGAN DENGAN BUNDARAN STUDI KASUS BUNDARAN CIBIRU BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI GEOMETRIK PERSIMPANGAN DENGAN BUNDARAN STUDI KASUS BUNDARAN CIBIRU BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.EVALUASI GEOMETRIK PERSIMPANGAN DENGAN BUNDARAN STUDI KASUS BUNDARAN CIBIRU BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.EVALUASI GEOMETRIK PERSIMPANGAN DENGAN BUNDARAN STUDI KASUS BUNDARAN CIBIRU BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text