// <![CDATA[STUDI PENGGUNAAN GARAM SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGAIAN AGREGAT HALUS PADA PERKERASAN LASTON GRADASI VIII]]> Elkhasnet., Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Lamhot. M/22-1999-069 Penulis
Lapisan perkerasan jalan sering mengalami kerusakan sebelum mmcapai umur rencana Kerusakan dapat berupa kerusakan ringan sampai kerusakan berat. Kerusakan yang terjadi dapat disebabkan beberapa faktor antara lain beban lalulintas, pengaruh cuaca, aspal, penggunaan gradasi agregat, dan pelaksanaan di lapangan. Penggunaan garam sebagai campuran agregat halus, merupakan bahan yang sangat kuat terhadap panas serta berfungsi sebagai pengganti agregat halus untuk mengisi bagain pori-pori yang kosong. Aspal sangat mudah meleleh sehingga bila dipadukan dengan garam maka akan membuat suatu unsur yang terhadap panas dan dingin. Dari hasil penelitian ini akan didapat nilai kekuatan benda uji jika dicampur dengan garam. Prosedur pelaksanaan di laboratorium berdasarkan yang disyaratkan oleh SK-SNI. Penelitian menggunakan Gradasi VIII, dan aspal penetrasi 60. Campuran aspal diuji dengan metode Marshall. Untuk mendapatkan kadar aspal optimum dicoba dengan menggurakan kadar aspal 5.0,5.5, 6.0, 6.5, %; dan 7.0 % terhadap berat total campuran, garam digunakan. sebagai agegat halus yang lolos saringan 50 (0.3mm) dengan berat 9% pada berat campuran. Masing-masing kadar aspal dibuat 3 buah benda uji, sehingga di dapat kadar aspal optimum sebesar 6.6%. Berdasarkan hasil pengujian dan pengolahan data menunjukkan bahwa substitusi garam ke dalam agregat halus memberi pengaruh terbadap nilai Stabilitas .dan VIM. Sehingga diperoleh nilai stabilitas dan nilai VIM yang memenuhi syarat sebagai bahan material perluasan jalan dan mernpunyai kekesatan serta kemampuan menahan beban yang tinggi.