RENCANA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SURAKATIGA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT
STUDI PEMANFAATAN SISA MARMER SEBAGAI SUBTITUSI FILLER PADA PERKERASAN JALAN ( Arnando Syafei, NRP. 22 1997 050, Pembimbing Elkhasnet, Ir. MT, 2004, 46 halaman, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan,Institut Teknologi Nasional, Bandung)
Di daerah Tagog Apu, Padalarang Bandung, Jawa Barat, banyak terdapat sisa marmer yang merupakan sisa potongan dari perkerjaan pembuatan kerajinan onyx dan perkerjaan pembutan tegel atau ubin. Oleh karena itu, untuk mengoptionalkan kegunaan dari sisa-sisa marmer tersebut,maka pada tugas akhir ini dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meneliti kemungkinan manfaat dari sisa marmer ini (dalam bentuk serbuk) sebagai filler pada perkerasan LASTON. Penelitian ini menggunakan agregat bergradasi III, aspal penetrasi 60 dan subtitusi filler oleh serbuk marmer dengan presentase sebesar25%, 50% dan 100% terhadap berat filler. Procedur pelaksanaan di laboratorium berdasarkan yang disyaratkan oleh AASHTO. Dari hasil perhitungan dan analisisi data hasil uji Marshall tidak diperoleh kadar aspal optimum yang memenuhi persyaratan LASTON. Oleh karena itu penelitian dilanjutkan dengan menggunakan kadar aspal tengah (ideal) sebesar 6% dan dengan menggunakan kadar serbuk marmer 25%, 50% dan 100% terhadap berat filler, masing-masing kadar serbuk marmer dibuat 3 buah benda uji. Berdarkan hasil perhitungan dan analisi data pada parameter Marshall yang ditinjau bahwa subtitusi serbuk marmer pada filler menjadikan nilai keempat parameter Marshall yang ditinjau yaitu : VIM, VMA, stabilitas dan flow menjadi turun sehingga menghasilkan beton aspal padat menjadi tidak lebih baik. Jadi dapat disimpulkan, bahwa serbuk marmer tidak dapat berfungsi sebagai filler pada beton aspal padat.
STUDI ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG BOR DAN CONTINUOUS FLIGHT AUGER PADA TANAH PASIR DI LOKASI JALAN GATOT SUBROTO NO.29 JAMBI ( Aditiawan, NRP. 22 1998 073, Dosen Pembimbing Siska Rustini, Ir., MT., 2005, 59 halaman, Jurusan Teknik Sipil , Fakultas Teknik Sipil Dan Perancangan, Institut Teknologi Nasional)
Pondasi tiang adalah elemen stuktur yang berfungsi meneruskan beban ke tanah baik beban vertikal maupun beban horizontal. Berdasarkan metode pemasangannya, pondasi tiang diklasifikasikan menjadi tiang pancang dan tiang bor. Pondasi tiang pancang yaitu sebuah tiang yang dipancang kedalam tanah sampai kedalamana yang cukup untuk menimbulkan tahanan gesek pada selimutnya atau tahanan ujungnya. Pondasi tiang bor yaitu sebuah tiang yang dikonstuksikan dengan cara penggalian sebuah luang bor yang kemudian diisi dengan material beton dengan memberikan penulangan terlebih dahulu. Daya dukung pondasi tiang didapat dari mobilisasi gesekan anatara selimut tiang dengan tanah dan dari tahanan ujungnya. Pindasi ini dapaat berupa tiang bor dan Continuous Flight Auger (CFA), dan daya dukung yang dihasilkan berbeda-beda satu sama lainnya akibat perilaku dan metode konstruksi yang berbeda-beda. Data tanah yang digunakan pada tuhgas akhir ini diambil dari laporan hasil penyelidikan tanah prouyrk pengembangan bangunan hotel Abadi yang terletak di Jambi. Data tanah tersebut diperelukan untuk menghitung daya dukung ultimit tiang bor dan daya dukung ultimit Continuous Flight Auger
(CFA). Perhitungan yang digunakan yaitu dengan metode statik, metode empirik dan program borpile. Dari hasil analisis mendapatakan daya dukung ultimit pondasi tiang bor lrbih kecil seliyara 27,16% dibandingkan dengan hasil daya dukung ultimit uji pembebanan statik, daya dukung continuous flight auger menghasilkan daya daukung ultimit sebesar 287,63 ton dan hasil ini lebih besar dibanduingkan dengan daya dukung ultimit tiang bor berkisar antara 1116,55-180,7 ton.
Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang mayoritas penduduknya bermata-pencaharian sebagai petani. Tersedianya air dan pembagiannya merupakan hal penting dalam usaha mencapai hasil produksi pertanian yang optional. Irigasi merupakan sarana tepat untuk mengatur pembagian air ke area pertanian. Pembagian air tersebut disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada, jenis tanaman yang ditanam dan pola tanam, salah satu sarana irigasi yang telah dibangun adalah irigasi Surakatiga dengan sumber airnya berasal dari waduk Darma . Untuk merencanakan kebutuhan air irigasi pada daerah irigiasi Surakatiga digunakan metode NRF dan satuan kebutuhan air (SKA) sebgai pelindung. Setelah dianaliasi dengan kedua metoda tersebut, kebutuhan air irigasi pada daerah Surakatiga terpenuhi sehingga dapat mengaliri area pertanian yang ada di daerah tersebut.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).RENCANA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SURAKATIGA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.RENCANA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SURAKATIGA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.RENCANA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SURAKATIGA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.RENCANA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SURAKATIGA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text