// <![CDATA[STUDI PEMETAAN PARAMETER TANAH DI WILAYAH BANDUNG UTARA (MUSIM PENGHUJAN)]]> Chandra Afriade ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Rully Oktiarsyah/ 22 1999 191 Penulis
STUDI PEMETAAN PARAMETER TANAH DI WILAYAH BANDUNG UTARA (MUSIM PENGHUJAN), (Rully Oktiarsyah, NRP. 22 1999 191, Pembimbing Chandra Afriade ST., MT., 2005, 68 Halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional) Tanah merupakan komponenn yang sangat penting dalam perencanaan konstruksi sipil, karena semua bangunan sipil selalu berhubungan dengan tanah. Tanah dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan sebagai dasar bangunan untuk menerima beban yang dipikul oleh pondasi. Untuk memenuhi keperluan tersebut, maka kekuatan tanah dan komponen-komponen lainnya yang termaktub di dalam tanah itu perlu diteliti terlebih dahulu, sehingga pengetahuan terhadap karakteristiknyya didapat. Uji-uji mengenai karakteristik tanah diperlukan sebagai sarana untuk mengetahui , dan juga alat pembanding terhadap kelayakan sampel tanah tersebut. Apabila hasil-hasil uji yang dilakukan terhadap sampel tersebut memenuhi kriteria-kriteria, maka dapatlah kita memberikan penilaian, teramasuk ke dalam golongan apa tanah di daerah tersebut. Uji-uji yang dilakukan pada tugas akhir adalah pengujian standar berdasaran ASTM. Uji-uji yang dikenakan pada sampel, anatar lain : pengujian pada kadar air, berat jenis, berat isi, batas-batas Atterrberg analisis butiran, dan kekuatan gesernya. Didapatkan nilai parameter tanah hail uji laboratorium, berupa: nilai berat isi (γ), berkiasr antara 1.03 gr/cm3- 1.84 gr/cm3 ; nilai kohesi (c), berkisar anatara 0.13 kg/cm2-0.66 kg/cm2, nilai sudut geser (ϕ), berkisar antara 4° - 8° ; dan nilai derajat kejenuhan (Sr), berkisar antara 91% - 98%. Selain data diatas, didapatkan juga data parameter yang lain yaitu btas-batas ATTERBERG, yang terdiri atas; nilai batas cair (LL), berkisar antara 72%-123%; nilai batas plastis (PL), berkisar anatara 33%-36%. Dari keduanya, didapatkan pula nilai indeks plastisitas (IP), berkisar antara 36%-89%. Sebagai tambahan pula, pengambilan sample dilakukan pada musim penghujan. Pemetaan sendiri dilakukan setelah hasil-hasil uji laboratorium didapat dengan lengkap. Pemetaan parameter dilakukan dengan mneggunakan bantua software Auto CAD.