// <![CDATA[KAJIAN PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN PADA PEMBUATAN SKIM SANTAN BUBUK DENGAN CARA FOAM-MAT DRYING MENGGUNAKAN PEMBUSA PUTIH TELUR]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Regina Afrinda /14-2015-003 Penulis Fitra Nurazmitha Rachmawaty /14-2015-024 Penulis
Santan memiliki banyak kekurangan terutama dalam hal ketahanan jika disimpan di suhu ruang. Salah satu cara untuk mendapatkan santan yang tahan lama adalah dengan cara pengawetan. Metode pengawetan yang bisa digunakan adalah metode pengeringan untuk mengubah santan tersebut menjadi skim santan bubuk. Metode pengeringan untuk membuat skim santan bubuk salah satunya adalah metode pengeringan foam mat drying. Metode pengeringan foam mat drying memiliki beberapa kelebihan, diantaranya suhu pengeringan yang tidak terlalu tinggi sehingga kandungan gizi, aroma dan warna dari santan tidak banyak berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat skim santan bubuk dengan metode foam mat drying serta menentukan kondisi terbaik berdasarkan temperatur dan komposisi pembusa ditinjau dari persen yield, dan kualitas yang meliputi kadar air, protein dan kadar lemak pada skim santan bubuk yang dihasilkan dan santan cair sebagai bahan baku. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah jenis kelapa dengan usia kurang lebih 12-14 bulan, santan murni, waktu pengeringan selama 5 jam dan laju udara pengering sebesar 4 Lpm. Proses pengeringan dilakukan secara batch dengan variable temperatur udara pengering (60 ,75, 85) °C, perbandingan skim santan : putih telur (g/g) sebesar 1:1, 2:1, dan 4:1. Pada penelitian ini diperoleh kondisi terbaik yaitu pada temperatur 85 0C, laju udara pengering sebesar 4 Lpm dengan komposisi putih telur 4:1, kadar air skim santan bubuk yang didapatkan sebesar 3,10 %, kadar protein 8,67 %, kadar lemak 18,26%, persen yield basis basah (g/g) sebesar 46,4% dan warna produk putih tulang.