// <![CDATA[PENGARUH SUHU PIROLISIS PADA PEMBUATAN BRIKET DARI AMPAS KOPI]]> Syarah Widianingsih /14 2015 007 Penulis Dwi Azizah Saffanah /14 2015 010 Penulis Dr. rer. Nat. Riny Yolandha Parapat, S.T ., M.T., M.Sc. Dosen Pembimbing 1 0419019103 - Vibianti Dwi Pratiwi, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Kebutuhan energi dewasa ini terus meningkat, dan disisi lain sumber energi dari bahan baku fosil yang berasal dari sumber daya alam semakin menipis. Sumber energi alternatif yang terbarukan seperti biobriket yang berasal dari biomassa atau limbah menjadi salah satu solusi dari permasalahan ini. Disamping untuk mendapatkan sumber energi baru, usaha untuk mengurangi emisi CO2 telah mendorong penggunaan energi biomassa sebagai pengganti energi bahan bakar fosil. Ampas kopi merupakan limbah yang dihasilkan pada proses produksi, limbah biomassa ini berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobriket karena mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi. Biobriket merupakan gumpalan atau batangan arang yang terbuat dari limbah organik yang telah dicetak sedemikian rupa dengan daya tekanan tertentu dan dicampur dengan bahan perekat seperti tepung tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis dalam pembuatan briket dari ampas kopi. Suhu pirolisis yang digunakan: 200C, 300C, 400C dan 500C. Selain itu juga dilakukan analisis kadar air, kadar abu, nilai kalor dan eksperimental terhadap briket yang dibuat.