// <![CDATA[PENGERINGAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L) DENGAN PENGERING VAKUM]]> 0002105401 - Carlina D Ariono, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Nurul Ilma Parmawati /142014032 Penulis Elza Yulianty /142014062 Penulis
Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura di Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Cabai rawit termasuk komoditas bahan pangan yang mudah rusak atau busuk pada kondisi penyimpanan sebelum digunakan. Tindakan pencegahan untuk mengatasi kerusakan pangan, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan proses pengolahan agar masa simpannya relatif panjang. Penelitin ini dilakukan dengan metode pengeringan vakum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat pengaruh suhu udara pengering dan tekanan ruang pengeringan cabai rawit terhadap kualitas cabai dilihat dari warna, rasa, bentuk dan aroma dengan menggunakan alat pengering vakum serta untuk pengaruh penyimpanan terbaik produk hasil pengeringan cabai rawit guna untuk mendapatkan cabai rawit dengan kualitas yang baik. Proses pengeringan dilakukan secara batch dengan variable suhu udara pengering menggunakan suhu ruangan, kadar air yang dihilangkan 20 – 21%, serta tekanan (15, 20, 30) kPa. Dari hasil uji hedonik yang paling dapat diterima panelis yaitu pada variasi tekanan pengering vakum 20 kPa, dengan suhu pengering menggunakan suhu ruang sekitar, dan kadar air yang dihilangkan sebanyak 21,40%, didapat kadar vitamin C sebesar 2,33%. Dari hasil pegeringan tiap variasi tekanan pengering vakum, dilakukan penyimpanan dalam plastik dengan perlakuan vakum dan tanpa vakum. Dari hasil uji hedonic, penyimpanan dengan perlakuan vakum lebih disukai oleh panelis dan kualitas yang disukai panelis adalah pada tekanan 15 kPa dengan kadar vitamin C sebesar 1,74%.