// <![CDATA[PENGARUH AFR PADA GASIFIKASI BATOK KELAPA DENGAN GASIFIER TIPE UPDRAFT]]> Ammar Zaky Farouk /14-2014-096 Penulis Iddo Nur Adlan /14-2014-098 Penulis Yuono, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 0417057301 - Dr. Dyah Setyo Pertiwi, ST., MT. Dosen Pembimbing 1
Penerapan konsep gasifikasi merupakan salah satu alternatif pemanfaatan energi biomassa. Gasifikasi biomassa merupakan penerapan konversi energi terbarukan. Pada penelitian gasifikasi ini biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar adalah batok kelapa. Batok kelapa merupakan salah satu biomassa yang memiliki potensi cukup besar sebagai sumber alternatif melalui penerapan teknologi gasifikasi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh AFR (Air to Fuel Ratio) terhadap komposisi gas producer. Proses gasifikasi batok kelapa diumpankan secara intermitent sesuai dengan variasinya. Proses gasifikasi dilakukan hingga mencapai keadaan tunak dan mendapatkan sampel dari gas producer. Gasifikasi dilakukan dengan variasi AFR (Air to Fuel Ratio) yaitu: 15% ; 20% ; 25% ; 30%; dan 110% dari AFR teoritis. Data yang diambil adalah suhu tiap zona dalam gasifier. Sampel gas producer dianalisis menggunakan Gas Chromatography di ITB. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses gasifikasi dapat menghasilkan gas mampu bakar, di mana peningkatan AFR menyebabkan berkurangnya kandungan dari gas mampu bakar tersebut. Hasil terbaik apabila gas producer akan digunakan sebagai bahan bakar didapatkan dari AFR 20% dari AFR teoritis dengan LHV yaitu 3,01 MJ/m3. Sedangkan sebagai syngas AFR yang optimal untuk digunakan adalah pada AFR 25% dari AFR teoritis.