// <![CDATA[KAJIAN PEMANFAATAN SAMPAH DAUN MANGGA (MAGNIFERA INDICA) KERING SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGHASIL BIOETANOL MELALUI PROSES FERMENTASI]]> 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Mikael Sea /14-2014-088 Penulis Nurdin Tjahjana /14-2014-110 Penulis Puriyanti Yusika Dosen Pembimbing 2
Sampah daun kering merupakan salah satu jenis sampah yang sejauh ini belum termanfaatkan dengan maksimal. Pengolahan sampah daun kering sendiri biasanya hanya langsung dibakar di sekitar lingkungan yang dapat menimbulkan polusi udara. Daun kering adalah daun-daun yang sel-sel penyusunnya telah mati. Sampah daun kering memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dan menentukan kondisi operasi terbaik yang menghasilkan kadar bioetanol paling tinggi. Sampah daun kering dihidrolisis untuk mengekstrak kandungan glukosa pada sampah daun kering. Proses hidrolisis dilakukan dengan jumlah massa sampah daun kering sebanyak 50, 100, 150, 200, 250 gram dengan ditambahkan HCl sebanyak 10, 20, 30, 40, 50 mL. Hidrolisis dilakukan pada kondisi operasi suhu 300C selama 1 jam. Kemudian hasil terbaik dari hidrolisis, dilanjutkan dengan proses fermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae dengan jumlah 8%, 10%, 12% dengan lama waktu fermentasi 5, 6, 7, 8 hari. Fermentasi dilakukan pada suhu 300C. Kemudan Etanol akan dimurnikan dengan cara didistilasi. Penelitian yang dilakukan meliputi uji selulosa, uji hemiselulosa, dan uji lignin pada sampah daun kering, dan parameter yang diteliti adalah kadar glukosa, dan kadar etanol yang dihasilkan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kadar glukosa tertinggi yang dihasilkan sebesar 0.0804% pada massa daun kering sebanyak 250 gram dengan penambahan volume HCl sebanyak 30 ml. Kadar etanol tertinggi yang dihasilkan sebesar 15.5333% pada waktu fermentasi selama 4 hari dengan jumlah starter sebanyak 8%