// <![CDATA[PUSAT PERBELANJAAN LASWI Tema :]]> Ir. Utami, M.T. Dosen Pembimbing 2 Erwin Yuniar Rahadian, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Farezanda Nuarkeu Alif/ 212012019 Penulis
Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk menurut BPS di kota Bandung pada 2011- 2016 bertambah 2.47% dari jumlah penduduk, maka dengan kenaikan jumlah penduduk tersebut perlu ditunjang dengan bertambahnya sarana perbelanjaan. Pusat perbelanjaan merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat perbelanjaan yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat. Pusat perbelanjaan dapat dikatakan sebagai salah satu tujuan masyarakat untuk mengisi waktu. Pusat Perbelanjaan melayani kebutuhan masyarakat yang ingin mencari kebutuhan sehari atau sebagai tempat untuk istirahat makan. Selain itu pusat perbelanjaan menyediakan fasilitas- fasilitas pendukung seperti masjid, bioskop, arena bermain, dan area berkumpul. Sebagai salah satu Pusat Perbelanjaan di kota Bandung, maka sebaiknya dapat memberikan kesan lokal. Arsitektur kontemporer merupakan gaya arsitektur yang memiliki prinsip yaitu harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar. Konsep ini dapat diterapkan pada pusat perbelanjaan sebagai area berkumpul. Penerapan identitas lokal pada bangunan pusat perbelanjaan dan arsitektur kontemporer dengan menerapkan pola batik pada fasad. Batik merupakan identitas lokal Indonesia yang diakui oleh UNESCO. Pusat perbelanjaan ini diharapkan akan memberikan suatu ciri khas atau daya tarik dari bangunan tersebut bagi masyarakat dan kawasan sekitarnya.