// <![CDATA[“DESAIN PUSAT PERBELANJAAN DENGAN KONSEP KESEHATAN DAN KENYAMANAN DALAM BANGUNAN” Tema:]]> Dr. Ir. Dewi Parliana, M.S.P. Dosen Pembimbing 2 Muhammad Iqbal Novaldi / 21.2014.165 Penulis 0413107104 - Irfan Sabarilah Hasim, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Agung Prabowo, S. T., M.T. Dosen Pembimbing 3
Pusat perbelanjaan merupakan istilah yang tak asing lagi, terlebih bagi masyarakat Bandung. Pusat perbelanjaan sering juga disebut “Mal”. Disamping fungsi utamanya sebagai tempat berbelanja, pusat perbelanjaan pada umumnya menyediakan sarana hiburan dalam misinya menawarkan suasana kondusif bagi para pengunjung untuk menghabiskan waktu dan bersantai. Untuk dapat memenuhi segala kebutuhan para pengunjungnya, pusat perbelanjaan harus dirancang sedemikian rupa agar memberi kenyamanan secara psikologis. Mengingat isu pemanasan yang sedang terjadi akhir-akhir ini, pembangunan harus dirancang sedemikian rupa untuk memiliki andil dalam mencegah semakin parahnya pemanasan global yang terjadi. Untuk dapat menunjang kenyamanan pengguna dan dapat mencegah pemanasan global yang terjadi saat ini, rancangan bangunan menggunakan metoda perancangan kualitatif dan kuantitatif berdasarkan survey lapangan agar memberikan sesuatu dampak yang positif bagi para pelaku kegiatan shopping mall dan lingkungan sekitar. Konsep kuatitatif diterapkan pada bukaan bangunan yang sudah di hitung melalui perhitungan OTTV, sedangkan konsep kualitatif digunakan pada bagian hall dengan membuat bukaan udara dan cahaya pada atap bangunan. Hal ini dapat dijadikan sarana untuk stack effect agar udara panas dalam bangunan mengalir ke atas dan keluar bangunan. Dengan konsep arsitektur hijau yang merupakan konsep yang hemat energi akan mengurangi biaya operasional dan biaya maintenance. Arsitektur hijau nantinya akan memberikan suasana baru bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan berbelanja dan refreshing.