// <![CDATA[Kajian Pemurnian Etanol-Air Melalui Proses Distilasi-Dehidrasi Secara Kontinyu Dengan Menggunakan Zeolit Alam Modifikasi (ZAM)]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Rezkha Aprilia /14-2014-004 Penulis Farhan Khairil. Z /14-2014-064 Penulis
Semakin meningkatnya kebutuhan energi di dunia membuat masyarakat dunia berusaha mencari alternatif pengganti bahan bakar yang sifatnya tidak dapat diperbaharui dengan bahan bakar yang dapat diperbaharui. Minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui sehingga dibutuhkan bahan bakar pengganti atau energi terbarukan yang dapat mensubstitusi penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar alternatif. Etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif karena proses pembuatannya yang mudah dan lebih ramah lingkungan. Untuk digunakan sebagai bahan bakar, etanol perlu dimurnikan hingga mencapai kadar 99,5% yang biasa disebut fuel grade ethanol (FGE). Salah satu metoda pemurnian etanol untuk mencapai fuel grade ethanol (FGE) adalah dengan prinsip distilasi-dehidrasi. Pada penelitian ini proses distilasi-dehidrasi dilakukan secara kontinyu dengan proses dehidrasi dilakukan secara fisika dengan menggunakan zeolit. Zeolit yang digunakan merupakan zeolit alam yang telah diaktivasi secara gabungan kimia dan fisika dengan ukuran mesh 4/8. Tujuan umum pada penelitian ini yaitu meningkatkan kemurnian etanol menjadi fuel grade ethanol dengan metode distilasi-dehidrasi uap campuran etanol-air menggunakan zeolit yang berlangsung secara kontinyu. Tujuan khususnya antara lain untuk menentukan kondisi terbaik berdasarkan jenis zeolit dan massa dari setiap jenis zeolit ditinjau dari konsentrasi etanol yang dihasilkan, menentukan kapasitas maksimal penjerapan dari zeolit alam, ZAM dan ZAM hasil regenerasi, dan membandingkan konsentrasi etanol yang dihasilkan berdasarkan zeolit yang telah diregenerasi dan ZAM. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penggunaan ZAM (Zeolit Alam Modifikasi) pada massa 150 g dan ukuran mesh 4/8 dengan aktivasi gabungan fisika dan kimia menghasilkan kadar etanol hasil distilasi-dehidrasi tertinggi yaitu 99,8% (v/v) dengan kadar etanol umpan 70% (v/v), dan kapasitas penjerapan yang diperoleh menggunakan Isoterm Adsorpsi Thomas sebesar 6.79% (g/g)