// <![CDATA[“IMPLEMENTASI DESAIN ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PADA PALASARI MALL” Tema:]]> Dr. Ir. Dewi Parliana, M.S.P. Dosen Pembimbing 1 0413107104 - Irfan Sabarilah Hasim, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 3 Agung Prabowo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Shaela Gunawan / 21.2014.226 Penulis
Ritel merupakan salah satu industri paling dinamis. Kondisi sosial, ekonomi, demografi, dan perubahan gaya hidup adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran dalam tema dan konsep industri ritel. Oleh karena itu, seiring dengan perubahan keadaan ekonomi, berbagai macam pusat perbelanjaan telah muncul di Indonesia. Kini pusat perbelanjaan telah berkembang tidak hanya sebagai tempat jual beli tetapi dilengkapi oleh restoran, tempat bermain, dan tempat diadakannya event-event tertentu. Lokasi perencanaan pembangunan pusat perbelanjaan berada di area Pasar Palasari Karees, merupakan area sentra penjualan buku di Bandung yang berdiri sekitar tahun 1980- an. Pasar Palasari berada di Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, berdasarkan data Badan Statistik Jawa Barat pada tahun 2016. Tema perancangan yang digunakan untuk Palasari Mall adalah “Arsitektur Dekonstruksi”. Pemilihan tema ini didasari oleh fungsi dari bangunan yaitu pusat perbelanjaan yang merupakan sebuah tempat yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi pelaku usaha untuk menuangkan kreativitas dan menjadi tempat bagi pengunjung untuk mendapatkan hiburan. Arsitektur dekonstruksi pada hakikatnya bertujuan untuk membebaskan arsitektur dari pemahaman sempit para praktisi yang hanya berdasarkan pada prinsip-prinsip arsitektur modern seperti “form follow function”, “purity of form”, “truth to materials”, dan lain sebagainya (Makainas, 2011). Dengan penerapan dekonstruksi pada pusat perbelanjaan ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan mengajak pengguna bangunan untuk bebas berekspresi serta berani untuk tampil berbeda.