// <![CDATA[STUDI WAKTU KEHILANGAN AWAL DAN WAKTU TAMBAHAN AKHIR (STUDI KASUS :]]> Elkhasnet., Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Eky Novrizon / 22-2000-163 Penulis
STUDI WAKTU KEHILANGAN AWAL DAN WAKTU TAMBAHAN AKHIR DI PERSIMPANGAN DR. DJUNDJUNAN - SURYA SUMANTRI, (Eky Novrizon, Pembimbing Elkhasnet, Ir., M.T., 65 halaman) Persimpangan merupakan tempat yang rawan terhadap kecelakaan, salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan pengaturan persimpangan mengunakan lampu lalu lintas. penentuan lamanya waktu siklus dapat dihitung dengan mengetahui arus lalu lintas dan besarnya arus jenuh pada masing-masing pendekat. Untuk menentukan lamanya sinyal hijau perlu diketahui data waktu hijau efektif, kehilangan awal dan tambahan akhir. Mengingat masalah tersebut, maka perlu dilakukan suatu penelitian tentang besarnya waktu kehilangan awal dan waktu tambahan akhir, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Proses perhitungan volume lalu lintas menggunakan metode irisan waktu ( Time Slice), dimana jumlah kendaraan yang melewati garis henti dihitung dengan interval 6 detik menurut klasifikasi kendaraan dan arahnya. Perhitungan dilakukan pada saat arus jenuh dari awal sinyal hijau sampai dengan waktu all red. waktu kehilangan awal dan waktu tambahan akhir dihitung untuk setiap pendekat yang kemudian dilakukan uji statistik untuk mendapatkan waktu tambahan akhir yang mewakili. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh bahwa besarnya waktu kehilangan awal dan waktu tambahan akhir di persimpangan dipengaruhi oleh arus lalu lintas yang melewati garis henti. Waktu kehilangan awal rata-rata di persimpangan Dr. Djundjunan - Surya Sumantri adalah 1,72 detik dan besarnya waktu kehilangan awal rata-rata yang mewakili adalah 3,17 detik. waktu tambahan akhir rata-rata di persimpangan Dr. Djundjunan - Surya Sumantri adalah 3,5 detik dan besarnya waktu tambahan akhir rata-rata yang mewakili adalah 5,51 detik.