BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS
BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS, (Hilliyana Panatayuda. S., 22 1999 189, pembimbing DR. Anwar Yamin, Ir., MT., 53 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung)
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jalan, maka diperlukan dikembangkan pengetahuan mengenai perkerasan jalan. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah emas (tailing) sebagai penambahan kadar aspal sebagai bahan pengikat. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Material Perkerasan Jalan, ITENAS, Bandung. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60. Adapun variasi dari penembahan tersebut antara lain kadar aspal pen 60 (aspal murni), kadar aspal pen 60+tailing 4%, kadar aspal pen 60+ tailing 8% kadar aspal pen 60+ tailing 12% dimana masing-masing variasi tersebut diacari kadar aspal optimumnya. Kadar aspal optimum ditentukan melalui uji Marshall dengan menggunakan kadar aspal acuan yaitu 6,5%; 7%; 7.5%; 8%; 8,5% masing-masing 3 buah benda uji. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pengujian dengan penambahan tailing berpengaruh terhadap sifat-sifat dari campuran. Berdasarkan hasil uji analisa kadar aspal pen 60+ tailing 4%, hasilnya lebih memenuhi persyaratan pengujian pengujian dibandingkan dengan variasi penambahan tailing lainnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.BITUMEN EXPANDED TAILING SEBAGAI BAHAN PENGIKAT CAMPURAN HRS ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text