// <![CDATA[PERANCANGAN PALASARI MALL DENGAN KONSEP ARSITEKTUR LANSEKAP Tema :]]> Irfan S. Hasim, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Agung Prabowo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 3 Marsella Permata Hasty/ 21-2014-212 Penulis Dr. Ir. Dewi Parliana, M.SP. Dosen Pembimbing 2
Kota Bandung terkenal dengan wisata alam dan wisata budayanya, namun saat ini Kota Bandung lebih terkenal sebagai kota wisata belanja dan wisata kuliner. Pembangunan fasilitas pendukung pariwisata yang tidak seimbang dengan jumlah perkembangan penduduknya, mengakibatkan tidak meratanya pembangunan fasilitas hiburan baru yang tersebar. Hal itu terjadi terutama di pusat kota (Kota Bandung bagian utara) yang didominasi oleh aktivitas perdagangan dan jasa. Proyek pusat perbelanjaan ini menggunakan metode kualitatif guna mendapatkan data untuk proses dasar penyusunan konsep bangunan pelayanan publik Palasari Mall dengan pendekatan desain Hybrid Architecture. Metode perancangan yang dilakukan berupa, eksplorasi, pengumpulan data dan informasi menggunakan metode kegiatan studi litelatur dan studi preseden, konsep perencanaan, pemrograman arsitektural, menyusun konsep perancangan, serta transformasi desain. Konsep arsitektur lansekap diterapkan pada site dengan memberikan banyaknya ruang terbuka dan vegetasi yang banyak sesuai dengan fungsinya sebagai penyejuk dalam dan luar bangunan. Penggunaan vertical garden diterapkan pada bangunan sebagai penerapan dari konsep arsitektur lansekap yang dapat menjadi vocal point dari bangunan Palasari Mall. Kawasan Palasari memiliki identitas kawasan pasar buku yang sudah ada sejak lama, oleh karena itu tema hybrd architecture diterapkan pada bangunan dengan mencampurkan fungsi pusat perbelanjaan dan pasar buku, dimana bangunan Palasari Mall mengakomodasi para pedagang buku. Konsep Hybrid Architecture menggunakan teori Ikhwanuddin dengan metode percampuran untuk menggabungkan fungsi pusat perbelanjaan dan pasar buku.