// <![CDATA[HUBUNGAN ANTARA INDEKS KEKERINGAN METEOROLOGI (HUJAN) DAN INDEKS KEKERINGAN HIDROLOGI (DEBIT) DAN INDIKASI PERUBAHANNYA]]> Ir. Lanny Martawati, M.Eng Dosen Pembimbing 2 Ir. Wanny Adidarman, MSc Dosen Pembimbing 1 Donna Cempakawaty, / 222000141 Penulis
HUBUNGAN ANTARA INDEKS KEKERINGAN METEOROLOGI (HUJAN) DAN INDEKS KEKERINGAN HIDROLOGI (DEBIT) DAN INDIKASI PERUBAHANNYA (Donna Cempakawaty, NRP : 222000141, Pembimbing : Wanny Adidarma, Ir., MSc., Ko-Pembimbing : Lanny Mawtawarty, Ir., MEng., 2005, 54 Halaman, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional) Pada musim kemarau, jika terjadi terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang melebihi biasanya dapat mengakibatkan kekeringan. Untuk menngetahui tingkat keparahan kekeringan, dapat dilakukan pendeteksian melalui metoda Standardized Precipitation Index (SPI), yang hasilnya berupa nilai indeks kekeringan meteorologi (hujan) dan hidrologi (debit). Ketika curah hujan berkurang di musim kemarau, maka debit sungai juga kan berkurang. Dengan cara pendekatan statistik melalui analisa korelasi dan regresi, dapat diketahui secara empiris hubungan antara indeks kekeringan meteorologi dan hidrologi. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara indeks kekeringan meteorologi (hujan) dan indeks kekeringan hidrologi (debit), dengan koefisien korelasi >0,5. Sedangkan pendekatan statistik melalui pengujian kecenderungan dengan metoda spearman pada indeks kekeringan SPI debit menunjukan tidak adanya kecenderungan yang signifikan. Hubungan indeks kekeringan meteorologi (hujan) dan hidrologi (debit) yang baik mengindikasikan peranan variabel pemicu (jumlah penduduk, produksi padi dan luas sawahnya) kurang signifikan meskipun ada trend. Kata kunci : indeks kekeringan, koefisien korelasi, trend, curah hujan dan debit