// <![CDATA[PENGARUH HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP TARIF ANGKUTAN KOTA DAN BIS KOTA (STUDI KASUS :]]> Elkhasnet., Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Dodi Effendi / 22-2000-052 Penulis
PENGARUH HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP TARIF ANGKUTAN KOTA DAN BIS KOTA ( Dodi Effendi, NRP 22-2000-052, Pembimbing Elkhasnet, IR., M.T, 2005, 36 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung) Kenaikan harga BBM membuat sebagian besar masyarakat resah akibat naiknya tarif angkutan umum. Adanya ketentuan kenaikan tarif dari pemerintah adalah asah satu solusi agar perubahan tarif tidak memberatkan masyarakat serta sesuai dengan biaya operasi kendaraan yang semakin meningkat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kenaikan BBM terhadap angkutan umum berdasarkan operasi kendaraan.angkutan umum yang diteliti adalah angkutan kota jurusan Cicaheum-Ledeng dan bis kota Jurusan Cicaheum-Leuwipanjang. Data primer diambil langsung dari lapangan dengan cara melakukan survey maupun wawancara dengan pemilik angkutan kota dan perusahaan bis kota. Dari perhitungan diperoleh besarnya kenaikan biaya operasi kendaraan angkutan umum kota yaitu Rp. 19.713.500,- per tahun dan bis kota sebesar 7.973.736,600 per tahun. Adapun kenaikan tarif yang terjadi pada angkutan kota sebesar rp. 53.547 per penumpang, setelah selesai bensin naik dari harga Rp. 1.810,- menjadi Rp. 2.400,- dan solar nai dari haraga Rp. 1.650,- menjadi Rp. 2100,-.