// <![CDATA[PERANCANGAN DESAIN INTERIOR GEDUNG KESENIAN BANDUNG]]> Irma Retno / 31.2006.094 Dosen Pembimbing 1 Iyus Kusnaedi,S.S.n Sutrisno, BE. Drs.
Pada mulanya seni pertunjukan yang tumbuh di Indonesia hanya berfungsi sebagai upacara ritual dan sakral. Namun, pada perkembangannya teater Indonesia tidak hanya bersifat ritual saja, tetapi bersifat hiburan bahkan menjadi mata pencaharian. Dan dengan semakin meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia, memberikan dampak yang besar pula pada perkembangan seni pertunjukan. Namun sayangnya, perkembangan seni pertunjukan tersebut tidak didukung dengan pengadaan gedung pertunjukan, yang jumlahnya pada saat ini masih terbatas dan hanya berada di beberapa kota besar saja, selain itu sebagian besar gedung pertunjukan yang ada sudah terbilang tua dan mengalami keterbatasan fasilitas, dan ini dianggap belum dapat menampung perkembangan seni pertunjukan yang setiap tahunnya terus meningkat. Dan keterbatasan gedung pertunjukan pula merupakan salah satu hambatan yang membuat seni pertunjukan kurang akrab dan dikenal masyarakat Indonesia, dalam hal ini khususnya seni pertunjukan tradisi. Karena selayaknya gedung pertunjukan tidak hanya dapat menampung seni pertunjukan yang saat ini sedang berkembang saja, tetapi juga dapat membantu perkembangan seni pertunjukan tradisi yang saat ini banyak orang sudah mulai melupakannya. Diharapkan dengan tersedianya gedung pertunjukan yang dapat menampung beragam seni pertunjukan ini, dapat menstimulasi para seniman tradisi agar dapat terus mengembangkan seni tradisi dan membuatnya lebih eksklusif dengan mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghilangkan keaslian dari seni pertunjukan tradisi tersebut. Oleh karena itu, gedung pertunjukan memegang peranan yang sangat penting, karena selain merupakan sarana apresiasi yang dapat memudahkan pemasyarakatan seni pertunjukan agar masyarakat lebih menghargai seni, gedung pertunjukan juga harus memenuhi standar ideal gedung pertunjukan agar kebutuhan seniman dan masyarakat dapat difasilitasi semaksimal mungkin.