BANDUNG CINEPLEX


Ketua DPP Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI)
Edison Ninggolan menyatakan, berdasarkan riset jumlah bioskop di Indonesia
masih kurang memadai. Penyebaran Insan film yang mayoritas berkumpul di Ibu
kota diharapkan bisa merata ke berbagai daerah lainnya. Di Bandung pun jika
dilihat dari perputaran film, jumlahnya masih kurang sekitar 10%. Melihat hal
tersebut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pun menghimbau
pemerintah untuk memperhatikan perkembangan bioskop di daerah, dan
mencegah adanya monopoli. Sangat diharapkan munculnya bioskop-bioskop
baru selain XXI ataupun theatre 21. seperti halnya Blitzmegaplex, Multiplex
Grande Pasaraya, dan bioskop lainnya khususnya di kota Bandung.
Akan menjadi sesuatu yang menarik bila ada sebuah bioskop cinplex
dengan konsep yang baru di Bandung, yang tentunya dengan fasilitas dan fiturfitur
yang lebih disempurnakan, yang tidak kalah dengan bioskop mewah di
ibukota. Itu akan menjadi salah satu solusi bagi kemajuan insan perfilman di
Indonesia, khususnya di kota Bandung.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang VERY YUDEA / 31.2003.052 - Personal Name
Anastasha, M, Ds - Personal Name
Soetrisno, BE.Drs - Personal Name
No. Panggil 205DI102011a
Subyek
Fakultas FAD
Tahun Terbit 2011
Jurusan Desain Interior
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2011).BANDUNG CINEPLEX().Desain Interior:FAD

.BANDUNG CINEPLEX().Desain Interior:FAD,2011.Text

.BANDUNG CINEPLEX().Desain Interior:FAD,2011.Text

.BANDUNG CINEPLEX().Desain Interior:FAD,2011.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id