EKSTRAKSI DEDAK PADI MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI DENGAN TREATMENT BAHAN BAKU
Dedak padi dapat diolah kembali menjadi bentuk lain yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu cara penanggulangannya adalah dengan mengolahannya menjadi minyak makan berkualitas tinggi. Minyak Dedak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan sebagai antioksidan karena mengandung vitamin E dan nutrisi lainnya. Dedak memiliki kandungan 15-19,70% minyak, 12-15,60% protein, 34,1- 52,30% karbohidrat, dan 7-11,40% serat. Minyak dedak dibuat melalui 3 tahapan proses yaitu treatment, ekstraksi dan distilasi. Proses treatment dilakukan untuk mencegah kerusakan pada bahan baku. Proses ekstraksi dilakukan untuk pengambilan minyak didalam dedak menggunakan pelarut. Proses distilasi dilakukan untuk memisahkan minyak dari pelarut. Untuk melihat karakteristik minyak dedak dilakukan analisis %yield, bilangan asam, densitas, viskositas, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan GC-MS. tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi akibat buruk dari aktivitas enzim lipase ini. Keterbatasan dedak padi untuk digunakan sebagai bahan pangan hingga kini disebabkan karena sifatnya yang mudah rusak (Damayanthi et al., 2007). Enzim lipase menghidrolisis minyak dalam dedak padi menjadi asam lemak bebas. Kadar asam lemak bebas (FFA) dapat meningkat 20% hanya dalam waktu beberapa hari. Hidrolisis menurunkan perolehan minyak dan menimbulkan tengik pada minyak, sehingga pengambilan minyak menjadi tidak ekonomis (Loeb dkk., 1949). Pada penelitian ini dedak yang digunakan adalah dedak kasar atau produk samping dari penggilingan padi. Tujuan umum penelitian ini untuk meminimalkan kadar asam lemak bebas pada minyak dedak dan meningkatkan kualitas minyak dedak padi. ada penelitian ini juga memiliki tujuan khusus yakni, membandingkan pengaruh
jenis pelarut yang digunakan terhadap yield minyak dedak yang dihasilkan, membandingkan pengaruh stabilisasi dan proses vacuum bahan baku terhadap karakteristik minyak dedak dan kualitas minyak dedak. Penelitian ini membandingkan dedak yang telah di vacuum dan dedak yang tidak divacuum. Proses yang dilakukan untuk dedak yang digunakan ada yang melewati proses stabilisasi dan ada yang tidak melewati proses stabilisasi. Dedak padi distabilisasi dilakukan dengan menggunakan alat pengering oven. Pemanasan dilakukan pada
suhu 100oC selama 15 menit. Penyimpanan dedak padi terstabilisasi dilakukan dengan menggunakan kemasan plastik klip dan penyimpanan pada suhu ruang. iv Ekstraksi pada minyak dedak padi dilakukan dengan ekstraktor Soxhlet dengan hasil ekstrak berupa minyak kasar, dengan jumlah dedak padi sebanyak 250 gram, waktu ekstraksi ±2 jam dan menggunakan etil asetat sebagai pelarut sebanyak 2000 mL. Pelarut yang digunakan adalah etanol dan etyl asetat. Analisis kualitas minyak dedak meliputi rendemen, densitas, indeks bias, viskositas, bilangan asam, dan bilangan iod. Analisis minyak bekatul yang digunakan dalam penelitian ini yakni, Yield minyak bekatul, Viskositas minyak bekatul menggunakan viskometer
ostwald, Densitas minyak bekatul, Bilangan asam pada minyak bekatul dengan metode titrimetri, Bilangan iodium pada minyak bekatul dengan metode titrimetri, menentukan bilangan penyabunan pada minyak bekatul dengan metode titrimetri, dan menentukan indeks bias pada minyak bekat
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).EKSTRAKSI DEDAK PADI MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI DENGAN TREATMENT BAHAN BAKU ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.EKSTRAKSI DEDAK PADI MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI DENGAN TREATMENT BAHAN BAKU ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text
MLA Style
.EKSTRAKSI DEDAK PADI MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI DENGAN TREATMENT BAHAN BAKU ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text
Turabian Style
.EKSTRAKSI DEDAK PADI MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI DENGAN TREATMENT BAHAN BAKU ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text