// <![CDATA[ANALISIS DESAIN BANGUNAN BAJA TINGKAT RENDAH DAN TINGKAT TINGGI DENGAN METODA ALLOWABLE STRESS DESIGN (ASD) DAN LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN]]> 0420027201 - Abinhot Sihotang, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 0423067401 - Bernadinus Herbudiman, ST., M.T. Dosen Pembimbing 2 Indra Dewantara / 222003098 Penulis
ANALISIS DESAIN BANGUNAN BAJA TINGKAT RENDAH DAN TINGKAT TINGGI DENGAN METODA ALLOWABLE STRESS DESIGN (ASD) DAN LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN (LRFD), (Indra Dewantara, NRP. 22 2003 098, Pembimbing ABINHOT Sihotang, S.T., M.T., Ko Pembimbing Bernardius Budiman, S.T., M.t.,2005, 121 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional) Perbedaan utama antara desain tegangan ijin dan desain beban dan ketahanan terfaktor keselamatan Pada LRFD, faktor beban diaplikasikan kepada beban-beban dan faktor ketahanan diaplikasikan pada kekuatan, selanjutnya nilai dari faktor beban tergantung dari tipe beban dan kombinasi beban. Pada desain tegangan ijin adalah sama dengan LRFD; leleh, fraktur, dan tekuk. Tapi dengan faktor beban yang berbeda ternyata didapat perbedaan nilai ekonomis pada desain gedung baja berdasarkan tingkat bangunan. Pada riset ini, model yang digunakan sebagai studi banding dalam mendapatkan desain minimum dari gedung baja tingkat rendah dan gedung baju tingkat tinggi menggunakan metoda AISC ASD dan AISC LRFD. Hasil yang didapat dua struktur ini, pada gedung empat tingkat dengan lebih dari lima ratus frame. Didapat metoda LRFD lebih ekonomis 9.582% daripada metoda ASD. Ketika ruangan strukturnya yang lebih cenderung terfaktor, metoda LFD degan kekuatan lelehnya akan lebih dapat menghemat.