// <![CDATA[GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL.]]> WILDAN YUDHIA UMARSYAH / 21.1997.013 Dosen Pembimbing 1 Ir. Dewi Parliana, MSP Ir.Achsien Hidayat, MT
Perkembangan musik dunia memiliki perkembangan sangat pesat dilihat dari semakin banyaknya bermunculan jenis aliran musik yang berkembang dari aliran-aliran musik yang beragam pula, contoh : Acid Jazz merupakan pengembangan dari aliran musik Jazz, Hard Rock, Heavy Metal, Alternative Rock merupakan pengembangan dari aliran musik Rock, jenis-jenis musik tersebut merupakan sebagian dari jenis-jenis musik yang sedang popular yang keberadaannya telah mengglobal di dunia. Dari dalam negeri pun tidak ketinggalan, banyak pula jenis-jenis musik yang sedang popular dan keberadaanya pun mulai diakui oleh dunia, contohnya jenis musik Dangdut, Keroncong, Pop Sunda dsb. Perkembangan dalam dunia musik ini ditunjang oleh infrastruktur yang memadai dan mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya. Dilihat dari pesatnya perkembangan di dunia musik tersebut mengakibatkan bertambah seringnya musisi-musisi asing kelas dunia yang datang ke Indonesia, melihat kondisi di atas maka dibutuhkan tempat yang layak bagi mereka untuk mempertunjukan hasil karya dan keahliannya secara langsung didepan publik. Tempat yang layak untuk pertunjukan musik tersebut di tanah air khususnya Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dapat dibilang hanya beberapa, hampir seluruh pertunjukan digelar ditempat yang tidak sesuai dengan fungsinya seperti Gedung Pertemuan, Diskotek maupun Gedung Olah-raga. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan pertunjukan yang diadakan menjadi tidak optimal, karena persyaratan utama (akustik) dari sebuah gedung pertunjukan tidak tersedia. Menjawab hal diatas dirasakan perlunya suatu gedung pertunjukan yang dapat mewadahi kebutuhan pertunjukan musik baik dalam negeri maupun internasional. Salah satu aspek yang paling penting dan mempengaruhi desain sebuah gedung pertunjukan adalah masalah akustik ruang. Untuk jenis-jenis musik popular yang tersebut di atas sangat diutamakan sekali full power sehingga waktu dengung yang diperlukan menjadi lebih kecil. Oleh karena itu untuk mendesain sebuah gedung pertunjukan musik yang baik diperlukan kerjasama antara sang arsitek, konsultan musik dan musisi. Kota Jakarta adalah ibukota negara Indonesia, di kota inilah berpusat berbagai macam kegiatan dan merupakan salah satu dari daerah tujuan wisata yang ada di Indonesia, selain Bandung, Bali dan Jogjakarta. Di kota ini pula musisi-musisi dari berbagai daerah mulai diorbitkan dan dikenal keseluruh tanah air. Sejauh ini kota Jakarta sudah memiliki fasilitas gedung pertunjukan seperti Balai Sidang Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan Belanda), Teater Tanah Airku, dll. Tetapi sarana-sarana tersebut tidak dikhususkan untuk jenis pertunjukan (musik) sehingga seringkali terjadi kegagalan akustik. Dengan dasar tersebut, dapat diketahui bahwa kebutuhan kota Jakarta akan sebuah Gedung Pertunjukan Musik mutlak adanya.