GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL.
Perkembangan musik dunia memiliki perkembangan sangat pesat dilihat
dari semakin banyaknya bermunculan jenis aliran musik yang berkembang dari
aliran-aliran musik yang beragam pula, contoh : Acid Jazz merupakan
pengembangan dari aliran musik Jazz, Hard Rock, Heavy Metal, Alternative
Rock merupakan pengembangan dari aliran musik Rock, jenis-jenis musik
tersebut merupakan sebagian dari jenis-jenis musik yang sedang popular yang
keberadaannya telah mengglobal di dunia. Dari dalam negeri pun tidak
ketinggalan, banyak pula jenis-jenis musik yang sedang popular dan
keberadaanya pun mulai diakui oleh dunia, contohnya jenis musik Dangdut,
Keroncong, Pop Sunda dsb.
Perkembangan dalam dunia musik ini ditunjang oleh infrastruktur yang
memadai dan mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat dunia pada
umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya. Dilihat dari pesatnya perkembangan di dunia musik tersebut
mengakibatkan bertambah seringnya musisi-musisi asing kelas dunia yang
datang ke Indonesia, melihat kondisi di atas maka dibutuhkan tempat yang layak
bagi mereka untuk mempertunjukan hasil karya dan keahliannya secara langsung
didepan publik. Tempat yang layak untuk pertunjukan musik tersebut di tanah
air khususnya Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dapat dibilang hanya beberapa,
hampir seluruh pertunjukan digelar ditempat yang tidak sesuai dengan fungsinya
seperti Gedung Pertemuan, Diskotek maupun Gedung Olah-raga. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan pertunjukan yang diadakan menjadi tidak
optimal, karena persyaratan utama (akustik) dari sebuah gedung pertunjukan
tidak tersedia.
Menjawab hal diatas dirasakan perlunya suatu gedung pertunjukan yang
dapat mewadahi kebutuhan pertunjukan musik baik dalam negeri maupun
internasional. Salah satu aspek yang paling penting dan mempengaruhi desain
sebuah gedung pertunjukan adalah masalah akustik ruang. Untuk jenis-jenis
musik popular yang tersebut di atas sangat diutamakan sekali full power sehingga
waktu dengung yang diperlukan menjadi lebih kecil. Oleh karena itu untuk
mendesain sebuah gedung pertunjukan musik yang baik diperlukan kerjasama
antara sang arsitek, konsultan musik dan musisi.
Kota Jakarta adalah ibukota negara Indonesia, di kota inilah berpusat
berbagai macam kegiatan dan merupakan salah satu dari daerah tujuan wisata
yang ada di Indonesia, selain Bandung, Bali dan Jogjakarta. Di kota ini pula
musisi-musisi dari berbagai daerah mulai diorbitkan dan dikenal keseluruh tanah
air. Sejauh ini kota Jakarta sudah memiliki fasilitas gedung pertunjukan seperti
Balai Sidang Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan
Belanda), Teater Tanah Airku, dll. Tetapi sarana-sarana tersebut tidak
dikhususkan untuk jenis pertunjukan (musik) sehingga seringkali terjadi
kegagalan akustik. Dengan dasar tersebut, dapat diketahui bahwa kebutuhan kota
Jakarta akan sebuah Gedung Pertunjukan Musik mutlak adanya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL. ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL. ().Arsitektur:FTSP,2003.Text
MLA Style
.GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL. ().Arsitektur:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK POPULAR DI TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL. ().Arsitektur:FTSP,2003.Text