// <![CDATA[PENGOLAHAN LEACHATE MENGGUNAKAN MEMBRAN PES (POLYETHERSULFON) IMPREGNASI CNT (CARBON NANOTUBES) DAN GNP (GRAPHENE NANO PLATETELETS)]]> Tiffany Khairunnisa /14-2014-097 Penulis Yuni Kartika /14-2014-109 Penulis 0406017801 - Jono Suhartono S.T, M.T, Ph.D Dosen Pembimbing 1
Tumpukan sampah yang tidak segera diolah akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya, karena akan mengalami proses dekomposisi sampah organik yang akan menghasilkan gas – gas dan cairan yang disebut dengan leachate atau air lindi. Karena dampaknya yang besar maka perlu adanya pengolahan leachate. Saat ini pengolahan leachate masih menggunakan sistem konvensional yang terdiri dari kolam pengumpul, kolam anaerobik, kolam aerobik, kolam sedimentasi dan kemudian dialirkan ke badan air penerima seperti sungai. Namun, pengolahan ini efluen yang dihasilkan masih jauh dari standar baku mutu yang diizinkan oleh pemerintah, sehingga dibutuhkan teknologi alternatif lain yaitu teknologi membran nanofiltrasi. Pengolahan dengan teknologi membran ini dipilih karena kemampuannya dapat mereduksi kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) serta dapat menghilangkan kandungan logam. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis perbedaan dua jenis membran yaitu membran PES/CNT dan membran PES/GNP, pada tekanan 6 bar, suhu (27oC, 35 oC), dan pH (3, 6, 7, 8 dan 9). Kinerja membran dinyatakan dengan besarnya rejeksi parameter COD dan TSS. Berdasarkan hasil yang didapatkan, hampir semua parameter telah mencapai standar baku mutu yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kondisi optimum yang dicapai untuk merejeksi parameter COD dan TSS yaitu menggunakan membran PES/CNT pada suhu 35 oC dengan pH 9. Rejeksi yang didapatkan pada parameter COD PES/CNT 25 oC dan 35oC yaitu 81.66% dan 90.90% sedangkan PES/GNP pada suhu 25 oC dan 35 oC yaitu 80.94% dan 85.03% untuk TSS PES/CNT 25 oC dan 35oC yaitu 82.51%% dan 85.15%% sedangkan PES/GNP pada suhu 25 oC dan 35 oC yaitu 81.19% dan 82.67%.