// <![CDATA[PENGARUH KONSENTRASI PELARUT, WAKTU EKSTRAKSI, DAN NISBAH BAHAN BAKU DENGAN PELARUT TERHADAP EKSTRAKSI KUNYIT KUNING (Curcuma Longa L.)]]> 0412026704 Dr. Ir. Maya Ramadianti Musadi., MT. Dosen Pembimbing 1 Nadia Siti Khumaira /14-2013-024 Penulis Ade Rizki Amelia /14-2013-102 Penulis Ida Wati S.Si, M.Si Dosen Pembimbing 2
Kunyit kuning merupakan salah satu tanaman rempah dan obat yang tumbuh subur di Indonesia sehingga dapat ditanam sebagai tanaman monokultur maupun sebagai tanaman rumah. Salah satu senyawa penting yang terdapat pada kunyit kuning yaitu kurkumin. Senyawa ini bermanfaat untuk pencegahan, perawatan, dan pengobatan berbagai jenis penyakit karena senyawa kurkuminoid bersifat anti oksidan, anti tumor, anti kanker, anti pikun, anti mikroba, septik, dan anti inflamasi. Pada penelitian ini metode ekstraksi yang digunakan adalah sokletasi dengan pelarut etanol untuk mendapatkan ekstrak kurkuminoid. Kemudian ektrak kurkuminoid diukur absorbansinya untuk mengetahui konsentrasi kurkumin dan ekstrak kurkuminoid diuji anti kankernya dengan metode MTT (Microculture Tetrazolium Technique) pada sel kanker leukemia P388. Ekstraksi dilakukan dengan beberapa variasi seperti waktu operasi (6,8,10, dan 12 jam), konsentrasi pelarut (70% dan 96%), dan nisbah bahan baku dengan pelarutnya (1:4 dan 1:10). Hasil % yield ekstrak tertinggi diperoleh sebesar 15.89% dan kadar kurkumin tertinggi sebesar 891120.7 ppm dengan waktu ekstraksi 12 jam, konsentrasi pelarut 96%, dan nisbah bahan baku-pelarut 1:10.