// <![CDATA[SARANA MAKAN DENGAN MENGGUNAKAN TANGAN]]> Drs. Amirul Nefo Drs. Alex Saepudin ALFATHRI ADLIN / 31.2000.100 Penulis
Seperti pernah dijelaskan pada laporan kolokium, bahwasanya: “Mendesain produk berarti mendesain bahasa. Tiap produk punya bahasa visualnya sendiri. Bentuk suatu objek harus memperlihatkan tujuannya.”1 Bahwa desainer yang berorientasi semantik lebih memperhatikan interaksi antara pemakai dan desainer. Makna suatu bentuk tidak terletak di permukaannya saja, namun makna juga muncul dalam fungsi atau lewat praktik kehidupan di sekitar manusia. “Ketika segenap desain bisa dianggap sebagai campur tangan dalam kehidupan manusia sehari-hari, maka disarankan bahwa semantik produk harus memperhatikan hubungan-hubungan manusia, misalnya bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan di tingkat kognisi, bagaimana ia memandang segalanya bisa dipahami, punya arti, transparan, hidup, dan berguna. Semantik produk mempunyai peran ketika kognisi manusia dan logika mesin bergabung.