// <![CDATA[KAJIAN PARMETER MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC MENGGUNAKAN LIMBAH MARMER SEBAGAI SUBTIYUSI AGREGAT KASAR]]> 0408087803 - Sofyan Triana S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Dwi Prasetyanto, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 Ruli Koestaman/222001072 Penulis
Di Indonesia, khususnya Jawa Barat, banyak terdapat sisa marmer yang merupakan sisa potongan dari pekerjaan pembuatan kerajinan onyx dan pekerjaan pembuatan tegel atau ubin. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan kegunaan dari sisa-sisa Marmer tersebut, maka pada tugas kahir ini dilakukan penelitian yang bertujuan memenfaatkan Limbah Marmer sebagai subtitusi agregat kasar pada perkerasan LASTON. Penelitian ini menggunakan grdasi agregat Laston AC-WC dengan aspal penetrasi 60. Perhitungan kadar aspal optimum sesuai peraturan Depkimpraswil 2002. Hasil pengujian Parameter Marshall pada campuran perkerasan tanpa Limbah Marmer diperoleh kadar aspal optimum sebesar 6,8% dengan nilai stabilitas 2400Kg dan kelelahan 5,8 mm, 2400/5,8 = 414 Kg/mm. hasil pengujian parameter Marshall menghasilkan kadar aspal optimum Limbah Marmer 6,55% dengan nilai stabilitas 1500 Kg dan keleahan 4,8 mm. 1500/4.8 = 313 Kg/mm. berdasarkan hasil analisis parameter Marshall lainnya (VMA, VIM, dan VFA) bahwa subtitusi agregat kasar Limbah Marmer memenuhi spesifikasi Depkimpraswil 2002. Secara umum perbandingan Parameter Marshall antara campuran prkerasan dengan agregat tanpa Limbah Marmer dan menggunakan Limbah Marmer menghasilkan tingkat kinerja yang lebih renda pada campuran perkerasan Limbah Marmer. Hal ini diduga oleh kurangnya daya ikat antara aspal dengan Limbah Marmer sehingga mengurangi tingkat kinerja yang dihasilkan.